Teori Organisasi Umum 2
Disusun oleh :
Akbar Maulana (10113547)
2KA35
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
TAHUN 2015
Kepemimpinan adalah proses
memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan
organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah
"melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada
seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli
diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Jenis - jenis Kepemimpinan
1. Koersif
Jenis kepemimpinan ini bisa
juga disebut dengan kepemimpinan otoriter. Pada jenis ini seorang pemimpin akan
memerintah sesuai dengan kehendaknya sendiri tanpa ada orang yang boleh
membantah semua perintahnya. Menurut pendapatnya seorang bawahan hanya akan
bekerja jika diperintah. Selain itu pemimpin sudah menetukan ketentuan dari
awal sehingga pada saat pelaksanaan tidak ada rencana atau usulan dari
bawahannya. Pemimpin menjalankan semuannya sesuai dengan kehendak hati sang
pemimpin sehingga bawahan hanya tinggal menjalankan apa saja tugasnya.
Kelebihan dari
tipe ini adalah ketika sebuah organisasi atau kelompok membutuhkan pengambilan
keputusan secara mendadak dengan cepat dan tepat. Pengambilan keputusan akan
difikirkan secara matang tanpa dipengaruri oleh orang lain. Selain itu saat
pengambilan keputusan tidak perlu dengan adanya diskusi atau rapat dan terjadi
perdebatan dari berbagai pihak yang hanya akan membuat keputusan tidak segera
diambil. Sehingga pengambilan keputusan akan lebih cepat dan tepat jika diambil
oleh seorang pemimpin saja. Selain itu pemimpin dengan jenis ini akan
menumbuhkan sikap disiplin dari anggota atau bawahannya.
Selain kelebihan
jenis kepemimpinan ini juga memiliki kekurangan. Yaitu ketika pelaksanaan tugas
atau pelaksanaan program-program yang direncanakan bawahan atau anggota
kelompok tidak bisa berfikir kreatif dan akan mudah bosan. Hal ini dikarenakan
apa yang dikerjakan sudah ditentukan oleh pemimpinnya dan bawahannya tidak
boleh melakukan hal lain yang tidak sesuai dengan ketentuan. Selain itu tidak akan
ada perubahan pada organisasi atau kelompok tersebut karena pemimpinnya sulit
untuk menerima perubahan dan usulan dari bawahan atau anggotanya.
2. Otoritatif
Jenis pemimpin
ini bukan jenis pemimpin yang oteriter, akan tetapi pemimpin yang mendapatkan
kekuasaan dengan persetujuan dan kejelasan visi yang ia paparkan. Seorang
pemimpinakan menjadikan orang lain bergerak menuju sebuah visi yang sudah
ditentukan dengan bersemangat karena ia akan memberikan penghargaan yang pantas
dan tujuan yang jelas tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga untuk jangka
panjang. Pemimpin akan melakuakn perubahan-perubahan untuk mencapai visi dari
organisasi tersebut. Pemimpin jenis ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi
dan mudah mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama.
Otoratif juga
memiliki kekurangan yaitu saat organisasi yang dipimpinnya memerlukan keputusan
yang cepat dan tepat dalam keadaan yang mendesak. Pemimpin jenis ini akan
terlalu lama menentukan keputusan apa yang harus diambil. Selain itu pemimpin
akan mengalami kesulitan saat anggota atau bawahannya tidak setingkat
dengannya. Maksudnya para anggota atau bawahannya tidak mampu berfikir kreatif
untuk sebuah perubahan. Selain itu pemimpin akan mengalami kesulitan saat
bersama dengan tim ahli. Pemimpin ini akan dianggap terlalu angkuh atau sombong
karena selalu berfikir kedepan dan menganggap orang lain tidak memiliki
kemampuan atau pengetahuan seperti dirinya.
Kepemimpinan yang
otoritatif juga memiliki kelebihan yaitu ketika seorang pemimpin bertemu
dengan anggota yang sepadan. Maksudnya, anggota yang mampu diajak bekerjasama
dan mampu membuat perubahan-perubahan sesuai dengan kemajuan jaman.
3. Afiliatif
Kepemimpinan yang
afiliatif adalah seorang pemimpin yang memberikan jalan bagi anggotanya untuk
bertindak.Seorang pemimpin mengedepankan kebahagiaan dari anggotnya. Setiap
anggotanya memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan ide-ide untuk
kemajuan dari organisasi. Pemimpin akan sangat disenangi oleh semua bawahan
atau anggotanya karena dalam organisasi semua memiliki sifat terbuka.
Kelemahan dari
teori ini adalah anggotanya akan merasa ketergantungan kepada pemimpinnya,
karena pemimpin selalu membantu dan mengedepankan anggota atau bawahannya,
pemimpin ibarat sebatang lilin yang rela terbakar untuk menerangi
sekelilinganya. Selain itu apabila seseorang yang belum mengenal pemimpin
tersebut akan menganggap remeh pemimpinnya, karena seorang pemimpin selalu
terbuka dengan masalah yang dihadapi dan meminta pendapat dari bawahannya
sehingga orang akan menanggap bahwa pemimpinnya tidak memilii kemampuan yangn
memadai.
Selain itu teori ini memiliki kelebihan
yaitu terjadi harmonisasi antara pemimpin dan bawahannya karena adanya
keterbukaan. Sehingga dalam mencapai tujuan organisasinya dapat saling bekerja
sama dengan baik.Kelebihan yang paling utama adalah para anggotanya merasa
senang karena pemimpin memprioritaskan semua kegiatan dan tujuannya pada
anggotanya.
4. Demokatis
Kepemimpinan
jenis ini mengedepankan pendapat dari anggota untuk mengambil keputusan
sehingga setiap masalah diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat.
Kepemimpinan ini hampir sama dengan kepemimpinan afiliatif akan tetapi
perbedaannya adalah seorang pemimpin tidak mengedepankan kebahagiaan dari anggotannya
akan tetapi tujuan keterbukaan adalah untuk saling faham satu sama lain
sehingga bisa tercapai kerjasama. Pemimpin akan mengambil keputusan sesuai
dengan suara terbanyak dari anggota.
Kelemahan dari
kepemimpinan jenis ini adalah jika seorang pemimpin tidak dapat mengambil
keputusan dengan tepat dan terjadi kontra anatar anggota, selain itu apabila
anggota tidak sefaham atau memiliki carapandang yang berbeda dengan pemimpin
sehingga pada saat pengambilan keputusan tidak terjadi titik temu hanya saling
berdebat satu sama lain. Pengambilan keputusan juga tidak selalu sesuai karena
suara terbanyak belum tentu keputusan yang terbaik.Adakalanya suara terbanyak
justru menjerumuskan kehal-hal yang tidak baik.
Akan tetapi jenis
kepemimpin ini juga memiliki kelebihan yaitu terjadinya ketrebukaan antara
anggota dan pemimpin jadi semua masalah yang terjadi dalam organisasi diketahui
oleh semua anggota dan dapat turut menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga pemimpin
juga tidak terlalu terbebani akan masalah yang dihadapi karena ditanggung
bersama.
5. Pacesetting
Jenis
kepemimpinan ini menyatakan bahwa seorang pemimpin membutuhkan atau menuntut
kesempurnaan dari anggotanya. Pemimpin membuat standar-standar yang harus
dipenuhi oleh setiap anggotanya agar tercapai apa yang diinginkan pemimpinnya.
Seorang pemimpin akan mengambil alih tugas dari anggotanya apabila apa yang
dikerjakan tidak sesuai dengan standar yang ia tetapkan. Pemimpin tidak
segan-segan untuk mengganti anggota dengan orang lain jika ia merasa tidak
cocok atau tidak memenuhi standar.
Kelemahan dari
jenis kepemimpinan ini adalah jika angotanya adalah orang yang tidak suka
berkembang atau sulit memotivasi diri maka anggota merasa tidak dianggap oleh
pemimpin dan menjadi malas untuk mengerjakan tugasnya dan pada akhirnya hanya
akan diganti dengan yang lain.Pemimpin memiliki banyak pekerjaan karena
mengontrol setiap kegiatan dari anggotanya bahkan mengambil alih setiap
pekerjaan yang tidak sesuai dengan standarnya.
Kelebihan dari
jenis ini adalah apa yang dilakukan oleh anggota dari organisasi selalu
sempurna. Karena sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemimpin. Selain
itu pemimpin jenis ini juga akan sangat maju jika bertemu dengan anggota yang
senang bekerja dan mampu membangun motivasi dirinya. Sehingga anggotanya akan
memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh pemimpin jadi semua dapat selesai
sesuai target.
6. Coaching
Jenis
kepemimpinan ini hampir sama dengan kepemimpinan pacesetting karena pemimpin
ini juga menuntut kesempurnaan dari anggotanya. Akan tetapi jenis ini menetukan
ketentuan yang berbeda-beda untuk setiap orang.Pemimpin ini menuntut anggotanya
untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki masing-masing
anggota. Karena pemimpin berpendapat bahwa dengan berkembangnya anggota maka
akan berkembang pula organisasi yang dipimpinnya.
Kelemalan dari
kepemimpinan jenis ini adalah seorang pemimpin memerlukan waktu yang lama untuk
mengembangkan anggotannya satu-persatu karena setiap individu berbeda-beda
sehingga perlu diadakan pembicaraan secara langsung dengan anggota satu
persatu. Selain itu anggota yang malas akan merasa tertekan karena selalu
dituntut untuk melakukan hal-hal tertentu.
Selain kelemahan
tentunya jenis kepemimpinan ini juga memiliki kelebihan yaitu pemimpin akan
mengenali semua anggota yang ada dalam organisasinya. Hal ini juga dapat untuk
menggali kemampuan terpendam dari anggotanya dan juga memperbaiki kelemahan-kelemahan
dari anggotanya.
Fungsi - fungsi Kepemimpinan
1. Fungsi Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan
yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi diri sendiri selaku penanggung jawab
tercapainya tujuan organisasi. Manfaat – manfaat tersebut antara lain :
a. Perencanaan merupakan hasil pemikiran
dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk memutuskan apa yang akan dilakukan
b. Perencanaan berarti pemikiran jauh ke
depan disertai keputusan – keputusan yang berdasarkan atas fakta – fakta yang
diketahui
c. Perencanaan berarti proyeksi atau
penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dan tujuan atau target
yang akan dicapai.
Perencanaan meliputi dua hal, yaitu :
a. Perencanaan tidak tertulis yang akan
digunakan dalam jangka pendek, pada keadaan darurat, dan kegiatan yang bersifat
terus menerus.
b. Perencanaan tertulis yang akan
digunakan untuk menentukan kkegiatan – kegiatan yang akan dilakukan atas dasar
jangka panjang dan menentukan prosedur – prosedur yang diperlukan
Setiap rencana yang baik akan berisi :
a. Maksud dan tujuan yang tetap dan dapat
dipahami
b. Penggunaan sumber – sumber enam M
secara tepat
c. Cara dan prosedur untuk mencapai tujuan
tersebut
2. Fungsi memandang ke depan
Seorang pemimpin yang senantiasa memandang
ke depan berarti akan mampu mendorong apa yang akan terjadi serta selalu
waspada terhadap kemungkinan. Hal ini memberikan jaminan bahwa jalannya proses
pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat berlangusng terus menerus tanpa
mengalami hambatan dan penyimpangan yang merugikan. Oleh sebab seorang pemimpin
harus peka terhadap perkembangan situasi baik di dalam maupun diluar organisasi
sehingga mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang muncul, baik yang kecil maupun
yang besar.
3. Fungsi pengembangan loyalitas
Pengembangan kesetiaan ini tidak saja
diantara pengikut, tetapi juga unutk para pemimpin tingkat rendah dan menengah
dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini, seseorang pemimpin sendiri harus
memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-kata, maupun tingkah laku sehari –
hari yang menunjukkan kepada anak buahnya pemimpin sendiri tidak pernah
mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas segala sesuatu tidak akan dapat
berjalan sebagaimana mestinya.
4. Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan merupakan fungsi
pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya
pengawasan maka hambatan – hambatan dapat segera diketemukan, untuk dipecahkan
sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan
dalam rencana .
5. Fungsi mengambil keputusan
Pengambilan keputusan merupakan fungsi
kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang
menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang
berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara
individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul
tertulis dan lain sebagainya.
Dalam setiap pengambilan keputusan selalu
diperlukan kombinasi yang sebaik-baiknya dari :
a. Perasaan, firasat atau intuisi
b. Pengumpulan, pengolahan, penilaian dan
interpretasi fakta-fakta secara rasional – sistematis.
c. Pengalaman baik yang langusng maupun
tidak langsung.
d. Wewenang formal yang dimiliki oleh
pengambil keputusan.
Dalam pengambilan keputusan seorang
pemimpin dapat menggunakan metode – metode sebagai berikut :
a. Keputusan – keputusan yang sifatnya
sederhana individual artinya secara sendirian.
b. Keputusan – keputusan yang sifatnya
seragam dan diberikan secara terus menerus dapat diserahkan kepada orang –
orang yang terlatih khusus untuk itu atau dilakukan dengan menggunakan
komputer.
c. Keputusan – keputusan yang bersifat
rumit dan kompleks dalam arti menjadi tanggung jawab masyarkat lebih baik
diambil secara kelompok atau majelis.
Keputusan – keputusan yang bersifat rumit
dan kompleks sebab masalahnya menyangkut perhitungan – perhitungan secara
teknis agae diambil dengan bantuan seorang ahli dalam bidang yang akan diambil
keputusannya.
6. Fungsi memberi motivasi
Seorang pemipin perlu selalu bersikap
penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat,
membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajinbekerja dan menunjukkan
prestasi yang baik terhadap organisasi yang dipimpinnya. Pemberian anugerah
yang berupa ganjaran, hadiah, piujian atau ucapan terima kasih sangat
diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa bahwa hasil jerih payahnya
diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.
Di lain pihak, seorang pemimpin harus
berani dan mampu mengambil tindakan terhadap anak buahnya yang menyeleweng,
yang malas dan yang telah berbuat salah sehingga merugikan organisasi, dengan
jalan memberi celaan, teguran, dan hukuman yang setimpal dengan kesalahannya.
Untuk melaksanakan fungsi fungsi ini sebaik- baiknya, seorang pemimpin perlu
menyelenggarakan daftar kecakapan dan kelakuan baik bagi semua pegawai sehingga
tercatat semua hadiah maupun hukuman yang telah diberikan kepada mereka.
Daftar Pustaka :
https://afidburhanuddin.wordpress.com/2014/01/07/jenis-jenis-kepemimpinan/
http://kepemimpinan-fisipuh.blogspot.com/2009/03/fungsi-kepemimpinan.html

Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking