Vrydag 25 Maart 2016

TUGAS 1 - BAHASA INDONESIA 2

SOAL
1.Bagaimana proses berpikir ilmiah dikaitkan dengan penalaran itu sendiri?
2.Carilah sikap-sikap ilmiah yang ada kaitannya dengan metode ilmiah dan berikan contoh (satu saja)!
3.Bedakan ada berapa macam karangan dan berikan contoh-contohnya!
JAWAB :

1. Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan.
Agar pengetahuan yang dihasilkan melalui penalaran tersebut mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan dengan suatu cara dan prosedur tertentu. Penarikan kesimpulan dari proses berpikir dianggap benar bila proses berpikir tersebut dilakukan menurut cara tertentu. Cara penarikan kesimpulan seperti ini disebut sebagai logika.
Logika dapat didiefinisikan secara luas sebagai pengkajian untuk berpikir. Dalam penalaran ilmiah, sebagai proses untuk mencapai kebenaran ilmiah dikenal dua jenis cara penarikan kesimpulan yaitu logika induktif dan logika deduktif.
1.      Logika induktif berkaitan erat dengan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata yang sifatnya khusus dan telah diakui kebenarannya secara ilmiah menjadi sebuah kesimpulan yang bersifat umum.
2.      Logika deduktif adalah penarikan kesimpulan yang diperoleh dari kasus yang sifatnya umum menjadi sebuah kesmpulan yang ruang lingkupnya lebih bersifat individual atau khusus.

Contoh Kasus

Hakim Menangkan Perusahaan di Kasus Kebakaran Hutan, KY Tak Bisa Turun Tangan

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Yudisial (KY) belum bisa bergerak memeriksa apakah ada pelanggaran kode etik hakim yang dilakukan Parlas Nababan dalam mengadili sidang perdata kasus kebakaran hutan dan lahan di Pengadilan Negeri Palembang.

Menurut Komisioner KY Farid Wajdi, yang dipersoalkan saat ini adalah putusan hakim yang tidak bisa disentuh oleh KY.

"Lain halnya kalau ada indikasi, misalnya hakim melakukan pelanggaran kode etik atau ada perilaku hakim yang menyimpang ketika melalukan proses persidangan," tutur Farid saat dihubungi, Senin (4/1/2016).

Di sisi lain, KY tidak memiliki informasi yang cukup terkait proses persidangan kasus ini. Pasalnya, sejak awal tidak ada permintaan kepada KY untuk memantau jalannya persidangan.

Menurut dia, seharusnya sejak awal diajukan permintaan permohonan pemantauan persidangan dari pihak penggugat atau pihak lainnya yang terkait dengan persidangan tersebut.

"Nah, persoalannya menurut informasi yang ada, permintaan untuk pemantauan tidak ada," kata Farid.  

Selain itu, Farid mengungkapkan KY bisa saja melakukan pemantauan sidang tanpa ada permintaan jika perkara tersebut menyedot perhatian publik. Namun, kasus ini dinilai tidak terlalu menyedot perhatian.

"Jadi, KY juga tidak mendapatkan informasi yang cukup untuk melakukan pemantauan terhadap kasus ini walaupun sebenarnya kita punya penghubung di Palembang," ujar Farid.

Sebelumnya, gugatan perdata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke PT Bumi Mekar Hijau (BMH) senilai Rp 7,8 triliun ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang.

Hakim menganggap tuduhan yang diberikan kepada perusahaan tidak bisa dibuktikan.

Parlas Nababan sebagai ketua majelis hakim dalam pembacaan putusan sidang terbuka di Palembang, Rabu (30/12/2015), menyatakan bahwa selain menolak gugatan, pihak penggugat, yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp 10.521.000.

Parlas membacakan hal-hal yang menjadi pertimbangan putusan hakim, antara lain karena adanya ketersediaan peralatan pengendalian kebakaran. Lahan yang terbakar pun masih dapat ditanami. JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Yudisial (KY) belum bisa bergerak memeriksa apakah ada pelanggaran kode etik hakim yang dilakukan Parlas Nababan dalam mengadili sidang perdata kasus kebakaran hutan dan lahan di Pengadilan Negeri Palembang.

Menurut Komisioner KY Farid Wajdi, yang dipersoalkan saat ini adalah putusan hakim yang tidak bisa disentuh oleh KY.

"Lain halnya kalau ada indikasi, misalnya hakim melakukan pelanggaran kode etik atau ada perilaku hakim yang menyimpang ketika melalukan proses persidangan," tutur Farid saat dihubungi, Senin (4/1/2016).

Di sisi lain, KY tidak memiliki informasi yang cukup terkait proses persidangan kasus ini. Pasalnya, sejak awal tidak ada permintaan kepada KY untuk memantau jalannya persidangan.

Menurut dia, seharusnya sejak awal diajukan permintaan permohonan pemantauan persidangan dari pihak penggugat atau pihak lainnya yang terkait dengan persidangan tersebut.

"Nah, persoalannya menurut informasi yang ada, permintaan untuk pemantauan tidak ada," kata Farid.  

Selain itu, Farid mengungkapkan KY bisa saja melakukan pemantauan sidang tanpa ada permintaan jika perkara tersebut menyedot perhatian publik. Namun, kasus ini dinilai tidak terlalu menyedot perhatian.

"Jadi, KY juga tidak mendapatkan informasi yang cukup untuk melakukan pemantauan terhadap kasus ini walaupun sebenarnya kita punya penghubung di Palembang," ujar Farid.

Sebelumnya, gugatan perdata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke PT Bumi Mekar Hijau (BMH) senilai Rp 7,8 triliun ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang.

Hakim menganggap tuduhan yang diberikan kepada perusahaan tidak bisa dibuktikan.

Parlas Nababan sebagai ketua majelis hakim dalam pembacaan putusan sidang terbuka di Palembang, Rabu (30/12/2015), menyatakan bahwa selain menolak gugatan, pihak penggugat, yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp 10.521.000.

Parlas membacakan hal-hal yang menjadi pertimbangan putusan hakim, antara lain karena adanya ketersediaan peralatan pengendalian kebakaran. Lahan yang terbakar pun masih dapat ditanami.

Menurut pengamatan saya, saya simpulkan bahwa :
Proses persidangan yang melibatkan perusahaan atas kejadian pembakaran hutan seharusnya lebih diperhatikan lagi khususnya masyarakat setempat. Banyaknya pro dan kontra di setiap elemen menyebabkan kerisuhan dimana-mana serta  proese persidangan yang kurang diperhatikan. Pasalnya, perusahaan-perusahaan yang telah membakar hutan di riau dianggap hakim tuduhan yang tidak bisa dibuktikan. Seperti yang diungkapkan oleh farid "Lain halnya kalau ada indikasi, misalnya hakim melakukan pelanggaran kode etik atau ada perilaku hakim yang menyimpang ketika melalukan proses persidangan," . dengan begitu seharusnya masyarakat harus lebih berfikir maju bukannya terlalu fokus terhadap dampak pembakaran , memang benar kita mmebutuhkan langkah cepat akan tetapi harus befikir secara terperinci terhadap pencegahannya agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

2. Seorang Manager yang ingin memajukan perusahaannya dengan menggunakan ilmu manajemen. Manajemen dikatakan sebagai ilmu sehingga seorang manajemen juga harus memiliki sikap ilmiah seperti halnya sikap ilmiah yang harus dimiliki para ilmuan. Yang dimaksud dalam pengertian yang lebih luas dan umum, yaitu merupakan keahlian, kemahiran, meampuan, serta ketrampilan dalam menerapkan prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan. Sikap ilmiah yang harus dimiliki seorang manajer adalah sebagai berikut :
1. Objektivitas
Yang dimaksud dengan objektifitas adalah bahwa dalam suatu peninjauan yang dipentingkan adalah obyeknya

2. Serba Relatif
Serang manajer sebagai ilmuan harus menerima realitas perubahan yang terjadi dan memberikan dampak terhadap masa berlakunya teori-teori yang telah mereka miliki. Berlakunya teori yang mereka miliki tidaklah mutlak kebenaranya.

3. Skeptif
Yang dimaksud skeptif adalah sikap untuk selalu ragu terhadap pertanyaan yang belum cukup kuat dasar pembuktianya. Bahwa manajer sebagai ilmuan harus selalu hati-hati, harus teliti dalam memberikan penilaian dan pernyataan ilmiah.

4. Kesebaran intlektual
Mampu menahan diri dan kuat tidak menyerah kepda tekanan dalam menyatakan suatu pendirian ilmiah kerena memang belum selesai dan belum lengkap hasil yang dicapai

5. Kesederhanaan
Kesederhanaan dalam dalam sikap ilmiah adalah kesedrhanaan dalam cara berfikir, cara menyatakan, dan cara pembuktian.

6. Tidak memihak kepada etik
Sikap tidak memihak kepada etik adalah bahwa ilmu tidak emiliki tujuan dan tugas untuk membuat penilaian tentang hal yang baik dan hal yang buruk, melainkan ilmu meiliki tugas untuk mengemukakan hal-hal yang salah dan hal-hal yang benar secara nisbi.

Contoh Kasus :
Manager terhadap karyawan atau calon karyawan
Seorang manager harus gesit dan lebih perspektif terhadap bawahannya seperti karyawan. Dalam kasus ini terdapat beberapa aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjannya. Dan disitulah sikap ilmiah seorang manager profesional bertindak  berdasarkan ilmu manajemen yang baik walaupun dianggap tak beretika.

3. Jenis-Jenis Karangan dalam Bahasa Indonesia (Deskripsi, Narasi, Eksposisi, Argumentasi, Persuasi) - Karangan adalah suatu bentuk karya tulis yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan kepada para pembaca. Berdasarkan tujuannya, karangan terbagi ke dalam 5 jenis karangan, diantaranya adalah karangan deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi dan peruasi. Di bawah ini adalah jenis-jenis karangan yang biasa kita temukan sehari-hari.

1. Karangan Deskripsi

Karangan deskripsi adalah suatu bentuk karya tulis yang menggambarkan atau melukiskan suatu objek atau benda kepada para pembaca seolah-olah pembaca merasakan, melihat atau mengalami sendiri topik di dalam tulisan.

Ciri-ciri karangan deskripsi :

1. Melukiskan suatu objek dengan sejelas-jelasnya kepada para pembaca.
2. Melibatkan observasi panca indera.
3. Metode penulisan menggunakan cara objektif, subjektif, atau kesan pribadi penulis terhadap suatu objek.

Contoh karangan deskripsi

Kucingku

Aku memiliki sebuah kucing yang bernama meow di rumah. Meow adalah jenis kucing Persia yang dihadiahkan keapadaku setahun yang lalu. Seperti kebanyakan kucing Persia lainnya, Meow sangat gemuk dengan bulu-bulu yang sangat halus menutupi seluruh tubuhnya. Meow memiliki bulu berwarna putih seperti salju, hidung yang sangat pesek, dan ekor yang panjang.

Meow sangatlah lucu, dia selalu mengikutiku kemanpun aku pergi. Dia juga sangat manja terhadapku, setiap kali dia lapar, meow akan menjilati kakiku. Meow sangatlah rakus, dia gemar menghabisi makanannya dan meminum susu dengan sangat cepat. Tak hanya rakus, Meow juga pemalas, dia selalu menghabiskan harinya dengan tidur di sofa rumahku.

2. Karangan Narasi

Karangan narasi adalah suatu bentuk karya tulis yang berupa serangkaian peristiwa baik fiksi maupun non fiksi yang disampaikan sesuai dengan urutan waktu yang sistematis dan logis. Pada karangan narasi terdapat tahapan-tahapan peristiwa yang jelas, dimulai dari perkenalan, timbul masalah, konflik, penyelesaian dan ending.

Ciri-ciri karangan narasi :

1. Menyajikan suatu cerita yang berupa berita, peristiwa, pengalaman yang menarik kepada pembaca.
2. Cerita-cerita tersebut disajikan dengan urutan kronologis yang jelas.
3. Ada konflik dan tokoh yang menjadi inti dari sebuah karangan.
4. Memiliki setting yang disampaikan dengan jelas.
5. Betujuan untuk menghibur pembaca dengan cerita-cerita yang disampaikan.

Contoh karangan narasi

Pertemuan yang Terindah

Pagi hari itu aku duduk termenung di sebuah taman. Ku pandangi semua bunga-bunga indah yang sedang bermekaran dengan indahnya. Ketika aku sedang menikmati pemandangan dalam kesunyian, tiba-tiba aku mendengar jeritan seorang wanita dari arah belakangku. Aku pun terdiam dan heran, lalu dengan penasaran aku segera menuju sumber suara tersebut.

Betapa terkejutnya diriku ketika mengetahui bahwa jeritan tersebut berasal dari seorang wanita manis berbaju biru. Lalu aku dekati wanita itu, “Kamu baik-baik saja?” tanyaku. “Kamu siapa?” jawab wanita itu. Suaranya sangat lembut dan wajahnya yang manis membuat aku terpana oleh pendangan sesat itu. Tanpa sadar bibirku mengeluarkan kata, “Aku mendengar suara teriakan, jadi ku kira Anda sedang dalam masalah,” “oh, aku tidak apa-apa, hanya terkena duri yang ada di tumbuhan ini” jawabnya. Lalu terjadi hening yang panjang dan terjadi pergolakan di dalam hatiku, ingin rasanya berkenalan dengan dirinya, tetapi aku takut.

Tak berapa lama, wanita itu pergi meninggalkanku yang berdiri bodoh tanpa berani berkenalan dengannya. Aku pun menyesal, hingga saat ini aku selalu pergi ke taman itu dan berharap bisa bertemu, “gadis manis berbaju biru” itu sekali lagi.
Advertisement


3. Karangan Eksposisi

Karangan eksposisi adalah sebuah karangan yang berisi tentang penjelasan-penjelasan atau pemaparan mengenai suatu informasi kepada pembaca. Tujuan karangan ini adalah untuk memberikan informasi yang sejelas-jelasnya kepada pembaca.

Ciri-ciri karangan eksposisi :

1. Menyajikan atau menyampaikan sebuah informasi kepada pembacanya.
2. Informasi yang disajikan bersifat fakta atu benar-benar terjadi.
3. Tidak berusaha mempengaruhi pemabaca
4. Menjelaskan sebuah proses atau analisa suatu topik.

Contoh karangan eksposisi

Cara menanam singkong

Singkong adalah tumbuhan umbi akar yang kaya akan karbohidrat. Singkong sangat mudah untuk ditanam dengan hanya meletakan batang singkong di tanah singkong akan tumbuh. Tak hanya itu singkong juga  dapat tumbuh di semua jenis tanah. Meskipun proses penanamannya sangat mudah, proses penanaman singkong memerlukan perhatian khsusus untuk hasil yang maksimal sebagi berikut:

Pilihlah batang singkong yang paling bawah, potong kira-kira sekitar 15 cm dan tajamkan ujungnya. Kemudian letakan pada tempat yang lembab selama 2 minggu hingga tumbuh tunas kecil.

Setelah 2 mingggu, tanam singkong pada tanah yang sudah digemburkan sebelumnya. Usahakan jangan menanam singkong saling berdekatan karena akan mengganggu umbi yang akan dihasilkan. Tancapkan ujung singkong pada tanah jangan terlalu dalam agar singkong mudah di cabut saat panen.

Demikianlah cara menanam singkong yang baik untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal dan menguntungkan.

4. Karangan Argumentasi

Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat atau argument penulis tentang suatu hal. Karangan ini bertujuan untuk meyakinkan penulis agar memiliki pandangan yang sama akan suatu hal dengan pandangan penulis.

Ciri-ciri karangan argumentasi :

1. Terdapat pendapat-pendapat penulis mengenai suatu topik yang sedang di bahas.
2. Pendapat-pendapat tersebut di lengkapi dengan pembuktian-pembuktian yang berupa fakta, data, contoh, maupun grafik.
3. Bertujuan untuk menyakinkan pembaca.
4. Pengarang menghindari keterlibatan emosi dalam menyampaikan pendapatnya.

Contoh karangan argumentasi

Smart Phone Stupid People

Saat ini kita telah mamasuki zaman tekhnologi yang luar biasa perkembangannya. Semua urusan manusia sekarang sudah dimudahkan oleh hadirnya tekhnologi ini. Salah satu tekhnologi yang sangat berkembang saat ini adalah alat komunikasi atau telephone pintar. Namun, tanpa kita sadari telephone pintar selama ini membuat manusia menjadi bodoh dan malas.

Kenapa bisa seperti itu? Hal ini bisa terjadi karena kita telah dimanjakan dengan fitur-fitur yang ada. Kemudahan informasi yang bisa didapatkan manusia tersebut membuat manusia semakin malas untuk mencari atau mempelajari suatu informasi sehingga mereka akan terbiasa untuk mengandlkan smart phone.

Tak hanya itu, smart phone juga membuat manusia menjadi pasif dan acuh tak acuh dengan lingkungannya. Ada banyak fitur-fitur yang dapat mengalihkan manusia dari dunianya seperti game, social media, video, dan musik, fitur-fitur tersebut membuat manusia sibuk terhadap smart phone bahkan saat kumpul bersama teman pun mereka saling sibuk dengan smart phonenya masing-maing.

Yang terakhir adalah smart phone menghilangkan budaya-budaya yang ada di dalam masyarakat. Saat ini ada fitur peta atau GPS yang memudahkan manusia mencari tempat, kemudahan itu membuat nilai menyapa seseorang di jalan untuk bertanya menjadi hilang. Padahal dengan bertanya mereka bisa saja menjadi teman yang baik.

Demikianlah pengaruh buruk smart phone yang tidak kita sadari telah membuat mansia, malas, bodoh, dan pasif. Padahal manusia adalah makhluk sosial yang harus bersosialisasi dan berinteraksi dengan manusia lainnya.

5. Karangan Persuasi

Karangan persuasi adalah salah satu bentuk karya tulis yang berisi ajakan-ajakan kepada para pembacanya untuk melakukan atau mempercayai suatu hal. Sama halnya dengan karangan argumentasi, karangan persuasi juga dilengkapi dengan pendapat-pendapat penulis yang disertai dengan pembuktian agar pembaca yakin dan mau mengikuti apa yang disampaikan oleh penulis. Karena sifatnya yang berupa ajakan, karangan ini bertujuan untuk meyakini pembaca yang disampaikan oleh penulis untuk melakukan atau mempercayai sesuatu.

Ciri-ciri karangan persuasi :

1. Karangan ini bersifat mengajak para pembacanya
2. Memiliki alasan-alasan yang kuat berupa data, fakta, dan lain-lain untuk meyakinkan pembaca.
3. Karangan ini berusaha menghindari konflik agar pembaca tidak kehilangan kepercayaan.
4. Karangan ini berusaha mendapatkan kesepakatan atau kepercayaaan antara penulis dan pembaca.

Contoh karangan persuasi

Ayo Hidup Bersih

Hidup bersih merupkan dambaan bagi semua orang, Dengan perilaku hidup bersih, akan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga akan berdampak baik pula bagi penghuninya. Seperti yang ada pada pepatah latin, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, oleh karena itu, marilah jaga lingkungan kita agar menjadi bersih.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk berperilaku hidup bersih yaitu, bersihkanlah lingkungan terdekat seperti rumah, halaman, dan lingkungan sekitar rumah. Dengan lingkungan yang bersih, semua bibit penyakit tidak akan tumbuh dan berkembang. Kemudian jaga pula kebersihan diri sendiri seperti, mandi yang teratur, menyikat gigi, dan memotong kuku. Menjaga kebersihan tubuh dengan teratur membuat kita terhindar dari berbagai macam penyakit. Dan yang terakhir konsumsilah makanan sehat dan bergizi agar tubuh menjadi sehat dan kuat.

Perilaku hidup bersih di atas sangat penting untuk dilaksanakan agar kita sehat dan terhindar dari penyakit. Oleh karena itu, mulai dari sekarang marilah kita semua menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan diri dan kebersihan makanan kita.

Maandag 04 Januarie 2016

PENELITIAN TENTANG PENGARUH MEDIA TANAM YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU



PENELITIAN TENTANG PENGARUH MEDIA TANAM YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU
D
I

S
U
S
U
N

OLEH
AKBAR MAULANA
3KA35



UNIVERSITAS GUNADARMA
2015







KATA PENGANTAR
Segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi  rahmat dan pertolongannya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan pengamatan  ini. Kami bermaksud membuat laporan penelitian tentang pengaruh media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan kacang hijau, agar dapat membantu pembaca memilih jenis media tanam yang  cocok untuk tumbuhan kacang hijau.
Sebelumnya kami berterima kasih kepada guru pembimbing yang telah membantu  kami dalam pembuatan laporan penelitian ini,kami berterima kasih kepada:
1. bapak hisyam  selaku guru pembimbing kami.
2. rekan rekan yang telah memberi motivasi terhadap kami.
3. orang orang yang selalu membantu kami dalam pembuatan laporan ini.
Kami tahu bahwa laporan ini masih ada kekurangan,oleh karena itu,kami selaku penulis meminta kritikan dan saran yang membangun agar laporan selanjutnya lebih baik lagi.terima kasih
                                   
                                                                       
                                                                        Bekasi, 12 Desember 2015
                                                                                    Penulis

           








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ii
DAFTAR ISI...............................................................................................i
BAB I. PENDAHULUAN
            1.1. Latar belakang .........................................................................1
            1.2. Rumusan masalah.....................................................................1
            1.3. Tujuan masalah.........................................................................1
1.4. Hipotesis...................................................................................1
            1.5. Manfaat.....................................................................................1
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA................................................................2
BAB III. BAHAN DAN METODE
                        3.1. Waktu dan tempat.....................................................................3
3.2. Alat dan bahan..........................................................................3
3.3. Cara kerja..................................................................................3
3.4. pengamatan...............................................................................4
            A. Waktu tumbuh
            B. Jumlah daun
            C. Tinggi tanaman
BAB IV. PEMBAHASAN...........................................................................5
BAB V. PENUTUP......................................................................................6
5.1. Kesimpulan...........................................................................................6
5.2. Saran.....................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................6
LAMPIRAN................................................................................................7
                           

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Pada saat ini pertumbuhan kacang hijau mulai berkurang.dan banyak produsen yang mencari cara untuk menjaga pertumbuhan kacang hijau tersebut. oleh karena itu,banyak yang perlu diperhatikan dalam menanam kacang hijau.ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau tersebut,antaranya jenis tanah,air yang diberikan,pupuk dan dan pencahayaan.dan yang akan dibahas pada bab ini adalah jenis tanah yang digunakan.
1.2. Perumusan masalah
Apakah ada pengaruhnya media tanam yg berbeda terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau?
     1.3. Tujuan masalah
1. Untuk mengetahui media tanam  yang cocok untuk tanaman kacang hijau.
2. Untuk mengetahui tanaman yang tumbuh lebih subur dari media tanam yang berbeda.
    1.4.  Hipotesis
H0 : Tidak ada pengaruhnya Media tanam yang berbeda terhadap pertumbuahan tanaman kacang hijau
H1 : Ada pengaruhnya Media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau

  1.5. Manfaat penelitian
Dengan penelitian ini Kita dapat mengetahui media tanam yang cocok untuk tanaman kacang hijau juga kita dapat mengetahui pertumbuhan tanaman kacang hijau menggunakan media tanam yang berbeda.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
Menurut D.A.Pratiwi (2005), Pertumbuhan pada tumbuhan  merupakan proses bertambahnya ukuran dari kecil hingga sampai dewasa yang sifatnya kuantitatif, artinya dapat kita ukur yang dapat dinyatakan dengan suatu bilangan,misalnya tumbuhan kacang hijau,dari biji-kemudian kecambah-sampai dewasa. Sedangkan perkembangan merupakan suatu proses untuk menuju/mencapai kedewasaan pada makhluk hidup yang bersifat kualitatif, artinya tidak dapat dinyatakan dengan suatu bilangan,misal sudah dewasakah tumbuhan tersebut.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Tanah
            Menurut Istamar Syamsuri (2004),  Tanah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman,karena tanah mengandung unsur unsur senyawa yang dapat membuat tumbuhan menjadi dewasa.tanah yang baik ialah tanah yang memiliki unsur organik yang besar.oleh karena itu,pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh banyaknya unsur atau senyawa yang ada ditanah tersebut.












BAB III
BAHAN DAN METODE
3.1. Waktu dan Tempat
Pengamatan  tentang pengaruh media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman  kacang hijau  dilakukan pada  senin 26 november 2012 dipekarangan rumah bayu.
           
3.2. Alat Dan Bahan
Alat  yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah pot bunga atau gelas plastic bekas air mineral 10 buah dan penggaris.
Sedang bahan yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah biji kacang hijau 20 biji, tanah humus dan tanah biasa, air
3.3. Cara Kerja
1. Sediakan pot bunga atau gelas plastik bekas air mineral 10 buah.
2. Masukkan media tanam dengan jenis yang berbeda pada 10 buah pot bunga     atau gelas plastik.
3. Masukkan 20 buah biji kacang hijau pada 10 pot,tiap pot berisikan 2 biji.
4. Ambillah sampel dari 10 pot.
5. Berilah air secara teratur,hingga 2 minggu.
6. Amati pertumbuhan kacang hijau tersebut.
7. Buat laporan dari hasil pengamatan tersebut.
3.4. Pengamatan
A.    Waktu tumbuh
Tanaman kacang hijau  tumbuhan  setelah 2 hari,yaitu ditanam tanggal 25 nopember 2012,saat itu,belum terlihat adanya pertumbuhan yang dialami oleh tanaman kacang hijau tersebut,akan tetapi,setelah 2 hari,mulai terlihat kuncup pada tanaman media tersebut,walaupun pada media tanam menggunakan tanah  biasa kuncup terlihat lebih pendek dibanding dengan media tanam menggunakan tanah humus.
B.     Jumlah daun
Jumlah daun belum terlihat pada saat penanaman tumbuhan  kacang hijau  itu,tetapi daun baru terlihat pada tanggal 26 nopember 2012 ini yang menggunakan tanah humus,akan tetapi yang menggunakan tanah biasa baru muncul pada tanggal 27 nopember 2012.lihat berikut ini:
Tanah humus:jumlah daun pada hari pertama 2 daun.
Tanah  biasa :jumlah daun pada hari pertama 1 daun.
C.     Tinggi tanaman
Tinggi tanaman pada kedua media tanam memiliki selisih sedikit,akan tetapi pada mendia tanam yang menggunakan tanah biasa pada hari ke4 tanaman mati tanpa diketahui penyebabnya.

















BAB IV
PEMBAHASAN
Tabel 1.1.
Media tanam
Tanggal
26
27
28
29
30
1
2
3

Tanah humus

0cm

0,5cm

0,9cm

1,0cm

1,2cm

1,7cm

2,3cm

2,5cm

Tanah humus

0cm

0,2cm

0,5cm

0,9cm

-

-

-

-














Dari tabel diatas dapat kita ketahui bahwa tumbuhan tanaman kacang hijau itu lebih dominan menggunakan media tanam berupa tanah ini dikuatkan dengan pendapat dari istamar syamsuri,bahwa tanaman yang baik adalah tanamanb yang memiliki zat hara yang tinggi.dan juga dapat dibuktikan pula pada hipotesis bahwa media tanam  yang berbeda dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau.












BAB V
PENUTUP
5.1.Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilakukan  dapat disimpulkan bahwa media tanam yang berbeda dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau.
5.2.Saran
            Agar ada penelitian ulang untuk mengetahui lebih lanjut pengaruh media tanam terhadap tumbuhan.


DAFTAR PUSTAKA
Kistinnah, Idun, Endang Sri Lestari. 2009. BIOLOGI Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Pratiwi, D.A, dkk. 2007. BIOLOGI Jilid 1 Kelas X. Jakarta : Erlangga.

Syamsuri, Istamar, dkk. 2004. BIOLOGI 3A. Jakarta : Erlangga.