Bekerjasama Dalam
Team (Kelompok)
Teori Organisasi Umum 2
Disusun oleh :
Akbar Maulana (10113547)
2KA35
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
TAHUN 2015
Pengertian Kelompok
Sebagai makhluk sosial, manusia cenderung hidup
dengan cara berkelompok. Berbagai kelompok manusia bisa ditemukan di atas
permukaan bumi ini. Dasar pandangan dalam membentuk kelompok itu sendiri bisa
berdasarkan dari berbagai macam hal. Mulai dari kelompok orang yang mempunyai
hobi yang sama, aktivitas yang sama, sampai kelompok orang yang berasal dari
suatu daerah yang sama.
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang
atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent)
dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain
saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948).
Karakteristik
Kelompok
1. Terdiri
dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara
verbal maupun non verbal.
2. Anggota
kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi
anggota suatu kelompok
3. Mempunyai
struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara
bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4. Anggota
kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5. Individu
yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama
lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.
Tahap-tahap
Pembentukan Kelompok
Model pembentukan suatu kelompok
pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai
salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak
ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.
Tahap 1 - Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja
dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri
dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum
saling percaya.
Tahap 2 - Storming
Kelompok mulai mengembangkan
ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas
isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling
terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada
beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada
tahap ini.
Tahap 3 - Norming
Terdapat kesepakatan dan
konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas.
Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat
kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
Tahap 4 - Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat
menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak
perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama
lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
Tahap 5 - Adjourning dan
Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan
kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun
ketika mereka mengalami perubahan.
KEKUATAN TEAMWORK
Sebuah perusahaan yang akan bisa
bergerak maju dengan luar biasa juga memerlukan teamwork yang baik antara
bagian dan divisi dalam perusahaannya tersebut. Kalau antar divisi masing –
masing bekerja sendiri – sendiri tanpa adanya kerja sama, maka visi perusahaan
akan lebih lambat tercapainya. Tetapi jika seluruh divisi bahu – membahu serta
saling support satu sama lain, maka perusahaan ini akan bergerak maju dengan
lebih cepat.
Memang membangun sebuah teamwork yang solid itu
tidaklah mudah. Ada
beberapa tips bagaimana membuat tim yang solid :
PERTAMA : tentukan visi bersama yang mau dicapai.
Langkah pertama ini adalah langkah yang terpenting.
Tanpa adanya penentuan sasaran atau visi, ini akan membuat apa yang dikerjakan
menjadi tidak terarah bahakan akan menjadi salah sasaran. Untuk itu, cobalah
luangkan waktu terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang sebenarnya menjadi
visi yang mau dicapai.
KEDUA : selalu ingatkan akan visi bersama yang mau dicapai.
Visi tidak hanya bisa dicapai dengan satu kali set
lalu selesai. Survei membuktikan, kalau visi secara terus – menerus diingatkan
dalam waktu yang berkala, pasti visi itu akan lebih mudah dicapai. Mengapa?
Karena saat sudah mulai bergeser tindakan yang mau diraih saat mengejar
pencapaian visi tersebut, dengan visi yang diingatkan kembali secara berkala
akan membuat kita mengarahkan kembali ke visi yang sudah ditentukan di awal.
KETIGA : dukung untuk terjadinya kerjasama untuk pencapaian visi.
Sebagai superior / leader, teruslah memberikan
dukungan terhadap tim untuk saling bekerja sama mencapai visi. Ingatkan bahwa
benefit yang akan dinikmati juga akan dinikmati bersama kelak. Jika kita
sendiri adalah pemain timnya, maka dukunglah apa yang sudah ditentukan oleh
leader kita, dukung juga rekan yang lainnya untuk bisa saling membantu dalam
proses pencapaian visi tersebut.
Implikasi Manajerial : untuk meningkatkan efektifitas teamwork dalam sebuah perusahaan
memerlukan teamwork yang baik antara bagian dan divisi dalam perusahaannya
tersebut,agar perusahaan dapatberkembang dan bergerak maju dengan lebih cepat.



Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking