2. Membuat contoh laporan ilmiah
3. Membuat laporan populer tentang issue/bahasan yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat
JAWAB :
1. LAPORAN RESMI
LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM BIOLOGI
UJI
MAKANAN
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
wr. wb.
Segala puji dan syukur Penulis
panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah melimpahkan taufik dan hidayahnya,
sehingga Penulis dapat menyelesaikan laporan resmi praktikum Biologi dengan
judul “UJI MAKANAN” ini dengan baik. Laporan ini disusun
untuk melengkapi tugas mata pelajaran Biologi.
Pada kesempatan ini Penulis tidak lupa
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu penyusunan laporan ini.
Semoga Allah swt. senantiasa
memberikan berkat, imbalan, serta karunia-Nya kepada semua pihak yang telah
memberikan bimbingan dan bantuannya yang tidak ternilai.
Penulis menyadari bahwa dalam
penyusunan laporan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan
kritik yang bersifat membangun sangat Penulis harapkan demi kesempurnaan
penulisan di kemudian hari.
Akhirnya, Penulis berharap semoga
laporan ini dapat bermanfaat bagi diri Penulis sendiri, pembaca sekalian, dan
masyarakat luas terutama dalam hal menambah wawasan
Wassalamu’alaikum
wr. wb.
Yogyakarta,
14 April 2010
Praktikan
UJI
MAKANAN
1.
TUJUAN
1. Mengetahui berbagai macam zat
yang terdapat dalam bahan makanan.
2. Menentukan zat makanan yang
merupakan sumber makanan bergizi.
2.
DASAR TEORI
Bahan
makanan yang kita kenal yaitu empat sehat lima sempurna, didalam bahan makanan
tersebut terkandung berbagai macam zat makanan yaitu : karbohidrat, lemak,
protein, mineral, vitamin, dan air.
Makanan
akan mengalami proses pencernaan secara mekanis, chemis (enzymatis), dan
biologis sehingga dihasilkan zat yang mudah diserap oleh vili-vili usus dalam
tubuh.
Kebutuhan
akan zat makanan antar orang berbeda, tergantung dari usia, aktifitas, kondisi
kesehatan, berat badan, masa pertumbuhan, penyembuhan penyakit, mengandung,
dsb. Makanan harus terpenuhi dalam jumlah cukup dan bergizi, higienis, bebas
hama dan penyakit, bebas racun, dan mudah dicerna.
Makanan
yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat pengatur, pembangun, dan sumber
energi. Oleh karena itu sumber makanan harus selalu tersedia pada setiap saat.
Makanan harus selalu terjaga kualitasnya agar tetap baik.
Untuk
mengetahui bahan makanan bergizi atau tidak perlu pengujian. Uji makanan
meliputi uji amilum, glukosa, protein, lemak, vitamin, mineral. Uji amilum
misalnya dengan reagen Iod/Lugol akan memberikan warna biru. Uji protein dengan
reagen Biuret campuran antara NaOH dan CuSO4 akan memberikan reaksi warna
ungu/cincin ungu. Sedang uji glukosa dengan reagen Fehling A dan Fehling B yang
dicampur dan dipanaskan akan memberikan warna merah bata/orange, sedang uji
lemak akan memberikan noda transparan.
3. ALAT DAN BAHAN
1. Alat :
§ Rak tabung reaksi 1
§ Tabung reaksi 12
§ Pipet 1
§ Lampu spritus 1
§ Penjepit 1
2. Bahan :
§ Amilum
§ Glukosa
§ Putih telur
§ Tempe
§ Tahu
§ Makanan bayi
§ Susu
§ Kertas payung
§ Minyak
4. Keterangan :
·
Susu mengandung : protein , glukosa , lemak , amilum
·
Makanan bayi mengandung : protein , glukosa , lemak , amilum
·
Tempe mengandung : protein
·
Tahu mengandung : protein
·
Tepung mengandung : amilum
·
Putih telur mengandung : protein
·
Glukosa mengandung : glukosa
·
Minyak mengandung : lemak
5. KESIMPULAN
* Gizi adalah zat-zat makanan
yang diperlukan oleh tubuh.
* Zat-zat makanan itu meliputi
karbohidrat, lemak, protein, meineral, air, dan vitamin
* Karbohidrat (amilum) berfungsi
sebagai sumber energi, bahan pembentuk senyawa lain, dan bahan penjaga
keseimbangan asam dan basa tubuh.
* Karbohidrat mempunyai 3 macam
yaitu monosakarida, disakarida, polisakarida.
* Monosakarida yaitu karbohidrat
yang tersusun atas satu gugusan gula, tidak dapat diuraikan lagi, dan larut
dalam air.
Contoh : glukosa, fruktosa, dan
galaktosa
· Disakarida yaitu karbohidrat yang tersusun atas dua gugusan gula, dapat
diuraikan lagi, dan larut dalam air.
Contoh : maltosa
(glukosa dan galaktosa), sukrosa (glukosa dan fruktosa)
·
Polisakarida yaitu karbohidrat yang tersusun atas banyak gugusan gula,
dapat diuraikan lagi, dan tidak larut dalam air.
Contoh : amilum
(pati), selulosa dan glikogen.
·
Fungsi amilum yaitu :
1. Sebagai sumber energi
2. Sebagai bahan penjaga
keseimbangan asam dan basa tubuh
3. Sebagai bahan pembentuk
senyawa lain seperti lemak dan protein
·
Fungsi protein yaitu :
1. Sumber energi
2. Pengganti sel-sel yang telah
rusak
3. Pembentuk sel-sel baru
4. Pembentuk zat pengatur seperti
enzim dan hormon
5. Pembentuk zat kebal
·
Fungsi glukosa yaitu :
1. Membentuk energi
2. Sumber kalori
·
Fungsi lemak yaitu :
1.
Penghasil energi
2.
Pelarut vitamin A, D, E, K
3.
Pelindung tubuh dari suhu rendah
4.
Menyimpan cadangan energi
§ Pengolahan bahan makanan agar
nilai gizi tidak berkurang yaitu jangan dimasak dengan suhu yang terlalu
tinggi.
§ Pengolahan bahan makanan agar
makanan mudah dicerna yaitu diolah dengan menghaluskannya terlebih dahulu.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Campbell, Reece- Mitchell,
2004. Biologi, Edisi ke lima, Erlangga; Jakarta
2. Ign. Khristiyono, PS;SPd,M.M,
2006. Biologi Esis, Jakarta
3. Mohammad Abas Drs, Dkk 2005.
Biologi, Yudhistira Jakarta
4. Gunawan Susilowarno Dkk, 2005.
Biologi SMA, PT Grasindo Jakarta
5. Slamet Prawirohartono, 2005.
Sains Biologi, Bumi Aksara, Jakarta
2.
LAPORAN KEMACETAN JAKARTA AKIBAT BUSWAY
PENDAHULUAN
Di
negara-negara berkembang, salah satunya di Indonesia, pertumbuhan
penduduk adalah masalah yang paling sulit untuk diatasi, ditambah
kesenjangan perekonomian yang hanya terpusat pada kota-kota besar,
terutama di Jakarta, membuat penduduk luar Jakarta memilih untuk
bertransmigrasi ke Jakarta untuk memperbaiki perekonomiannya. Hal ini
menyebabkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan penduduk terpadat.
Hal itu menyebabkan berbagai masalah, salah satunya yaitu kemacetan.
Jakarta dianggap sebagai salah satu kota dengan tingkat kemacetan paling
ekstrim dimana keberadaan busway sangat menyulistkan aktifitas masyarakat.
TUJUAN
Parking surcharge, bukan road pricing
Road pricing
bagus, tapi repot pelaksanaannya dan rawan pelanggaran. Ada cara lebih
mudah dan efektif: kenakan saja biaya parkir tambahan yang cukup tinggi
(Rp 20.000 per sekali masuk?) di luar biaya parkir resmi buat seluruh
kendaraan yang parkir di kawasan bisnis utama Jakarta. Orang akan enggan
membawa mobil ke kawasan tersebut . Kalaupun membawa mobil, kalau sudah
parkir akan enggan mengeluarkannya lagi. Untuk bepergian mereka akan
terdorong untuk memilih berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum.
Jalur pejalan kaki bukan jalur sepeda
Supaya orang
tidak sedikit-sedikit membawa mobil, trotoar harus tersedia di semua
jalanan padat di Jakarta. Dengan demikian, untuk keperluan singkat --
makan siang, misalnya -- orang tak perlu berkendara. Jalur pejalan kaki
yang baik juga akan merangsang orang untuk naik kendaraan umum. Sekarang
ini kalau Anda turun bus Trans-J di Jalan Buncit Raya, misalnya, Anda
akan bingung: mau jalan dimana, tidak ada trotoar?Membangun jalur sepeda
saat ini terlalu berlebihan. Jakarta terlalu luas, sepeda bukan solusi
transportasi. Kendaraan umum plus jalur pejalan kaki yang baik lah
solusi yang tepat.
Berlakukan undang-undang tenaga kerja untuk pekerja transportasi
Saat ini sopir
dan pembantu sopir metro-mini dan mikrolet tidak diikat dalam perjanjian
kerja yang jelas, yang sesuai dengan peraturan perburuhan. Mereka tidak
digaji tetapi dikenai target setoran (dan mendapatkan kelebihannya).
Mereka pun terdorong untuk berperilaku seperti yang kita lihat
seekarang: berhenti sembarangan untuk menaikkan dan menurunkan
penumpang, ngetem, main serobot, dan sebagainya. Akibatnya, mereka
menambah keruwetan lalunlintas yang sudah padat. Kalau mereka digaji
seperti tenaga kerja lain dorongan untuk bersaing merebut penumpang akan
berkurang dan bisa diharapkan mereka akan mengendarai mobil dengan
lebih tertib.
Secara bertahap perbaiki kualitas kendaraan umum
Kendaraan umum
di Jakarta, terutama metromini dan yang sejenisnya, banyak yang sudah
tak layak jalan. Sering mogok dan tak nyaman dinaiki. Kalau sudah mogok
menutupi jalan. Tidak perlu diganti seluruhnya secara langsung. Bertahap
saja. Persyaratan untuk pengadaan baru ditambah (misal, perlu pakai
pendingin udara).
Normalisasi jalan
Jalan di
Jakarta banyak yang tidak standar: lajur menyempit mendadak atau malah
hilang, lajur putar balik atau belok kanan tidak ada sehingga mengganggu
kendaraan yang mau lurus, dan sebagainya. Ketimbang membangun jalan
baru, Pemda DKI lebih baik menormalisasi jalan-jalan yang tak standar
ini. Tentu perlu pembebasan tanah, terutama disekitar persimpangan tapi
pasti tanah yang perlu dibebaskan tak akan sebanyak kalau membangun
jalan baru.
Marka jalan dibuat lagi
Sebagian besar
jalan di Jakarta tak punya maraka-marka jalan -- pembatas antar lajur,
penanda arah lajur, garis berhenti di perempatan, dan sebagainya.
Marka-marka jalan harus dibuat lagi supaya pengendara bisa lebih
disiplin dan kalau melanggar bisa ditilang. Sangat memalukan bahwa
Jakarta tak bisa membuat marka jalan dengan benar. Lihatlah Surabaya
atau Yogyakarta. Jalan-jalan di sana mulus rapi dan dengan dilengkapi
marka yang lengkap dan jelas tak seperti Jakarta yang jalnnya
bipeng-bopeng serta polos tanpa tanda apa-apa untuk membantu pengendara.
Aturan lalu lintas ditegakkan benar
Pengendara
harus diajari disiplin. Setiap pelanggaran harus ditilang. Kendaraan
yang tak memenuhi syarat -- terutama kendaraan umum -- harus
dikandangkan. Saya yakin dengan 7 langkah mudah di atas, lalu lintas
Jakarta akan menjadi jauh lebih baik. Jumlah kendaraan yang lalu lalang
akan berkurang, kendaraan umum akan diminati, dan orang akan rela untuk
berjalan kaki untuk tujuan-tujuan dekat.
KESIMPULAN
Setelah membaca makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa :
Kemacetan
merupakan situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu
lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi
kapasitas jalan.
Kemacetan
terjadi karena jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan yang masih di
bawah kapasitas normal dan dapat disebabkan faktor – faktor lain.
Dampak kemacetan dapat berimbas terhadap berbagai aspek seperti aspek ekonomi, psikologis dan kesehatan.
Cara
menanggulangi dan atau meminimimalisir kemacetan adalah dengan
pembangunan sarana dan prasarana bagi para pengguna jalan serta
kesadaran diri dari pemakai jalan.
SARAN
Kepada
masyarakat agar lebih menaati peraturan lalu lintas dan manfaatkanlah
transportasi umum sehingga penggunaan kendaraan pribadi dapat
diminimalisir. Bagi pemerintah agar membangun sarana dan prasarana yang
memadai bagi pengguna jalan sehingga dapat memberikan kenyamanan dan
meminimalisir kemacetan.
Daftar pustaka
http://www.antikorupsi.org/en/content/laporan-sengketa-informasi-blu-transjakarta-wajib-transparansikan-anggaran-kepada-publik
https://flanflygirl.wordpress.com/2012/07/21/laporan-pengamatan-bus-transjakarta/
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking