Maandag 06 Junie 2016

Resensi Novel Fiksi Terjemahan

Film 300 : Rise of an Empire

Sutradara : Naom Murro
Penulis Naskah : Zack Snyder, Kurl Johnstad
Pemain: Sulvian Stapleton, Rodrigo Santoro, Eva Green, Jamie Blackley
Produser: Zack Snyder, Debra Snyder, Marck Canton
Genre : Aksi, Petualangan, Drama
Tanggal Rilis : 07 Maret 2014
Srudio : Warner Bros. Pictures

Sinopsis Film 300: Rise of an Empire. Masih ingat dengan film berjudul 300 yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama yang filmnya dirilis pada tahun 2007 lalu. Nah, dalam waktu dekat ini akan dirilis sekuel dari film yang bercerita tentang peperangan antara pasukan Persia dengan Spartan tersebut. Film kedua ini berjudul 300: Rise of an Empire.

Film 300: Rise of an Empire ini disutradarai oleh Noam Murro, sedangkan Zack Snyder, sutradara film pertama berperan sebagai produser. Dalam film kedua ini sosok Xerxes masih diperankan oleh Rodrigo Santoro. Untuk pemeran protagonis dimainkan oleh aktor Sullivan Stapleton yang berperan sebagai Jenderal Themistokles.

Sebelum Raja Leonidas membawa 300 prajurit terbaiknya dari Sparta untuk mengalahkan Raja Xerxes (Rodrigo Santoro) dari Persia, adalah seorang Themistokles (Sullivan Stapleton). Dia adalah pemimpin armada perang Yunani. Themistokles-lah yang membunuh Raja Darius (Igal Naor), ayah dari Xerses, kala pasukan Persia menginvasi Yunani beberapa tahun sebelumnya.

Tidak hanya Xerses yang berduka. Panglima perang Persia yang bernama Artemisia (Eva Green) amat kehilangan raja yang mengasuhnya sejak remaja itu. Kebenciannya kepada orang Yunani makin memuncak. Dengan muslihatnya, Artemisia memengaruhi Xerses untuk membalaskan dendam Raja Darius. Xerses yang telah dirasuki kejahatan mengumumkan perang untuk membumihanguskan Tanah Para Dewa.

Walaupun Xerses datang dengan ratusan ribu pasukan di darat dan air, Themistokles tidak takut. Dengan kehebatan taktiknya di air, dia berhasil mempermalukan Artemisia dan para jendralnya yang terkenal mengerikan pada awal pertempuran. Padahal para prajurit Yunani hanya menggunakan kapal kayu biasa. Mereka dengan gagah berani melawan pasukan Persia yang memiliki kapal besar yagn tampak angker. Namun, Artemisia sukses pula memperkecil jumlah pasukan Yunani dengan metode perang yang sinting.

Themistokles pun meminta bantuan bala tentara dari Ratu Gorgo (Lena Headey), istri Leonidas. Namun, amat berat untuk meyakinkan kaum Sparta yang menolak bersatu dengan Yunani.

Sudah delapan tahun sejak terakhir kali saya dipukau oleh “300”. Bila dulu film “300” dibesut dan ditulis oleh Zack, kali ini “300: ROAE” digarap oleh Noam Murro. Adapun Snyder ‘turun tahta’ di kursi penulis. Untungnya, keseruan lewat aksi dan efek visual tidak menurun. Gaya Snyder yang demen menggunakan efek slo-mo tetap menyenangkan. Yang agak lebay mungkin muncratan darah yang seperti oli.

Saya jadi paham ihwal pertentangan antara kaum demokratik Yunani yang berpusat di Athena dengan kaum Sparta yang menolak bergabung dengan Yunani. Para Sparta terkesan barbar dan amat mengutamakan harga diri. Adapun kaum Athena tetap menggunakan rasio dan jajak pendapat tanpa meninggalkan kehormatan diri.

Cerita dalam film ini tidak terlalu banyak. Intinya adalah aksi tarung dalam perang megah yang disuguhkan dalam efek visual yang memanjakan mata. Sullivan Stapleton dan Eva Green menghidangkan adu akting jempolan. Kalau mau diberi skor, Sullivan saya beri nilai tujuh sementara Eva saya beri nilai 8,5! Itu lantaran sosoknya sebagai Artemisia yang cukup menghantui lewat keganasan yang dibalut kecantikan.

Tidak lupa juga film ini menjadi panggung untuk Jack O’Connell yang menjadi Calisto, seorang prajurit muda yang tak kenal takut. Film ini menegaskan bakat Jack yang kerap bermain di film-film bagus seperti “Harry Brown”, “This is England”, dan “Starred Up”.
Saya amat menantikan, bila ada, kelanjutan film ini. Saya belum lihat bagaimana pertarungan epik antara pasukan Yunani melawan bala tentara yang dipimpin Xerses. Porsi Xerses belum tergali banyak.

Kelemahan :
Film ini terlalu banyak menampilkan visualisasi darah berwarna hitam kemerahan yang berceceran dan muncrat kemana-mana. Bagi yang tidak terbiasa melihat darah mungkin bisa membuat kepala pusing. Dengan efek komputerisasi CGI terlihat semua orang termasuk Themistokles memiliki tubuh atletis dengan dada yang bidang dan perut six pack. Sedikit kelemahan, kadang kala Themistokles terlihat dadanya tidak bidang dan perutnya one pack.

Kelebihan : :                                           
Penampilan Sullivan Stapleton cukup lumayan namun dalam berpidato di depan orang banyak intonasi suara dan karisma suara terasa kurang menggelora. Untunglah suara musiknya membantu membangkitkan suasana itu. Akting Eva Green cukup bagus dengan tatapan matanya yang memang menunjukkan sifat jahatnya.

Saran:
Film ini tidak membosankan karena ceritanya berbeda dengan seri pertama. Bila seri pertama peperangan dilakukan di darat maka pada seri kedua ini dilakukan di laut. Mungkin saja pada seri ketiga nanti peperangan akan dilakukan di udara, siapa tahu. Selamat menonton.



Contoh Artikel Populer

Pengumuman hasil ujian nasional (UN) tahun 2010

    Pasca-pengumuman hasil ujian nasional lima tahun lalu, Guru Besar Universitas Gajah Mada Riswandha Imawan (almarhum) menulis, "Seandainya dari 30 siswa suatu sekolah dua anak tidak lulus, itu salah muridnya. Jika satu kelas tidak lulus semua, itu salah gurunya. Namun, jika seluruh siswa dari satu atau beberapa sekolah di Tanah Air tidak lulus, itu salah sistemnya" (Kompas, 4 Juli 2005).
    Prahara ujian nasional (UN) 2005 kembali terulang. Hasil UN 2010 tingkat SMA/MA/SMK yang diumumkan serentak 26 April 2010 menunjukkan kenyataan yang menyedihkan.
Dari 16.467 SMA/MA/SMK peserta UN tahun ini, sedikitnya 267 sekolah siswanya tidak lulus semua (Kompas, 28/4). Pengumuman UN SMP/MTs/SMP Terbuka nyaris serupa, 561 sekolah lulus nol persen (Kompas, 7/5).
    Rasa cemas sebenarnya sudah berlangsung jauh sebelum UN pada seluruh komponen masyarakat: siswa, guru, orang tua, sekolah, pemerintah daerah. Ritual istigasah yang digelar di beberapa daerah menjelang pelaksanaan UN adalah refleksinya. Ritual itu sebagai wujud kepasrahan kepada Sang Pencipta setelah berbagai upaya ditempuh.
Dalam try out, masih banyak siswa yang tidalulus. Ternyata hasil try out itu cukup mencerminkan hasil UN 2010 yang sebenarnya. Klimaksnya, prahara UN 2005 nyaris terulang. Banyak guru schok dan banyak siswa menangis histeris. Bahkan, di Jogjakarta, kota yang selama ini menjadi baromater pendidikan negeri ini, persentase ketidaklulusannya justru tertinggi di Jawa.
Salah urus
    Banyak suara miring menyikapi buruknya hasil UN tahun ini, salah satunya dialamatkan kepada sosok guru. Padahal, kalau mau jujur mengakui, sistem pendidikan di republik ini sebenarnya telah salah urus sangat parah selama bertahun-tahun. Wajah bopeng dunia pendidikan tercermin, antara lain, pada seringnya pendidikan dijadikan proyek: mulai dari uji coba kurikulum sampai block grant yang tidak tepat sasaran, mulai dari pengabaian kesejahteraan guru hingga kerusakan gedung sekolah.
Presiden kedua Amerika Serikat John Adams pernah menegaskan, "Pembangunan pendidikan rakyat jelata lebih penting dfaripada harta milik orahg-orang kaya di seluruh negara." Tampak betapa penting arti pendidikan sebagai investasi masa depan suatu bangsa.
Masalahnya, anggaran di Indonesia sudah sarat beban.Beban utang yang harus dibayar pemerintah tahun-tahun lalu, misalnya, besarnya 2,8 kali anggaran pendidikan, 10,6 anggaran bidang kesehatan, dan 119 kali dari anggaran ketenagakerjaan.
    Pendidikan negeri ini memang penuh ironi. Para pemimpin selalu beretorika ingin menjadi bangsa ini besar, tetapi kurang menaruh perhatian pada pendidikan. Inilah negara dengan jumlah mobil mewah terbanyak di Asia, tetapi sekaligus negara dengan jumlah anak-anak usia sekolah terbesar yang tak dapat melanjutkan sekolah.
Politisasi dunia pendidikan yang berlangsung bertahun-tahun membuat sektor pendidikan terpuruk. Akibatnya angka indeks pembangunan manusia selalu rendah, bahkan di bawah negara-negara tetangga.
Peran guru
    Beberapa tahun lalu, apresiasi terhadap sektor pendidikn negeri ini amat rendah. Salah satunya terlihat dari penghargaan terhadap profesi guru. Maka, sosok guru pun seperti yang digambarkan dalam lirik lagu "Oemar Bakri" karya Iwan Fals: sosok miskin yang ke mana-mana memakai sepeda kumbang. Selama bertahun-tahun para guru dipolitisasi dan dimarjinalkan dengan jargon heroik "pahlawan tanpa tanda jasa".
    Stereotip semacam ini menjadikan para lulusan terbaik SMA nyaris tak ada yang bercita-cita menjadi guru karena tidak menjanjikan dari sisi materi. Mengingat peran sentral guru dalam menciptakan pemimpin-pemimpin bangsa, sudah saatnya pemerintah mengapresiasi profesi guru.
Saatnya lulusan terbaik SMA/MA/SMK mendapat beasiswa ikatan dinas untuk melanjutkan pendidikan ke fakultas pendidikan dan menjadi guru di almamaternya dengan imbalan gaji dan fasilitas memadai.
    Memang materi bukan satu-satunya ukuran tingkat kebahagiaan dan status sosial seseorang. Namun, dalam era di mana materi dipuja seperti sekarang, rasanya munafik menisbikan faktor ini.
Tanpa pembenahan sistem pendidikan yang diikuti dengan perbaikan nasib dan status sosial para guru, putra-putri terbaik bangsa ini tidak akan pernah tertarik menekuni profesi guru. Jika hal itu yang terjadi, fenomena involusi pendidikan yang berlangsung secara sitemik akan menggerogoti dan membangkrutkan bangsa dan negara ini.
________________
TOTO SUBANDRIYO Orangtua Murid; Bergiat di Lembaga Nalar Terapan (LeNTera) Tegal
ambar 1: Tempo.co Gambar 2 & 3 : "Otto Cornelis Kaligis, a Man with Millions Surprises", oleh Teguh Esha & Donna Sita Indria, Gramedia, cetakan pertama, 2013

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/tragedi-o-c-kaligis-karena-ingkar-janjinya-kepada-tuhan_55a5da5bb49373a41138eb6a

 

ambar 1: Tempo.co Gambar 2 & 3 : "Otto Cornelis Kaligis, a Man with Millions Surprises", oleh Teguh Esha & Donna Sita Indria, Gramedia, cetakan pertama, 2013

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/tragedi-o-c-kaligis-karena-ingkar-janjinya-kepada-tuhan_55a5da5bb49373a41138eb6a

Ringkasan Buku Sistem Pakar & Pengembangannya

Buku Sistem Pakar & Pengembangannya
  • Penulis : Sri Hartati dan Sari Iswanti
  • Penerbit : Graha Ilmu
  • Tahun : 2008
  • Halaman : 152
Buku ini membahas secara ringkas tentang sistem pakar, sebuah aplikasi cabang kecerdasan buatan yang pada umumnya tidak sepopuler aplikasi sistem informasi atau sistem basis data. Uraian dalam buku ini dibagi menjadi lima bab yang mengenalkan pengembangan sistem pakar dimulai dari pengertian sistem pakar, representasi pengetahuan, pembangun sistem pakar, rancang bangun sistem pakar dan penanganan ketidakpastian untuk pengetahuan dalam sistem pakar.
Kehadiran buku ini selain terdorong keinginan kedua penulis, disela-sela kesibukan rutinnya sebagai staf akademik dan peneliti dalam pengembangan sistem cerdas untuk berbagai aplikasi, untuk berbagai pengetahuan dalam mengembangkan aplikasi sistem cerdas, juga atas kerja sama dengan berbagai pihak. Buku ini ditujukan bagi para pembaca yang menaruh minat pada bidang kecerdasan buatan terutama pada bidang sistem pakar.
Pengertian Sistem Pakar
Sistem pakar adalah sistem komputer yang mengemulasi kemampuan kepakaran manusia. Kata mengemulasi diartikan lebih kuat dari simulasi yang berarti bahwa sistem pakar diharapkan mampu bertindak sebagaimana yang dilakukan pakar manusia dalam melakukan penalaran untuk memberikan suatu justifikasi / kesimpulan. Dalam melakukan penalaran, sistem pakar banyak memanfaatkan pengetahuan yang disimpan oleh sistem sebagai basis pengetahuan untuk menyelesaikan masalah pada tingkatan sebanding dengan sistem pakar manusia.
Sistem pakar dikembangkan melalui beberapa tahapan, tahapan yang paling rumit adalah representasi pengetahuan yang meliputi pembuatan tabel keputusan, penyusunan pohon keputusan, peringkasan pohon keputusan, penyusunan kaidah-kaidah. Tahapan ini disajikan dalam tulisan secara rinci untuk memberi gambaran pembaca mengenai pengembangan sistem pakar dari awal. Selain itu buku ini menyajikan konsep dasar tentang sistem pakar dan prinsip-prinsip pengembangannya yang disertai contoh langkah-langkah pembuatan sistem pakar.
Konsep pengembangan lanjut sistem pakar dan beberapa metode penanganan ketidakpastian pengetahuan dibahas pula untuk memberi gambaran pembaca mengatasi kekuranglengkapan informasi dalam proses penentuan justifikasi / kesimpulan.
Komponen Sistem Pakar
Sistem pakar sebagai sebuah program yang difungsikan untuk menirukan pakar manusia harus bisa melakukan hal-hal yang dapat dikerjakan oleh seorang pakar. Untuk membangun sistem yang seperti itu maka komponen-komponen yang harus dimiliki adalah sebagai berikut (Giarratano dan Riley, 2005) :
  1. Antar Muka Pengguna (User Interface)
  2. Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
  3. Mekanisme Inferensi (Inference Machine)
  4. Memori Kerja / Blackboard (Working Memory)
Sedangkan untuk menjadikan sistem pakar menjadi lebih menyerupai seorang pakar yang berinteraksi dengan pemakai, maka dilengkapi dengan fasilitas berikut :
  1. Fasilitas Penjelasan (Explanation Facility)
  2. Fasilitas Akuisisi Pengetahuan (KnowledgeAcquisition Facility)
Representasi Pengetahuan
Representasi pengetahuan merupakan metode yang digunakan untuk mengodekan pengetahuan dalam sebuah sistem pakar yang berbasis pengetahuan. Perepresentasian dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting problema dan membuat informasi itu dapat diakses oleh prosedur pemecahan problema.
Bahasa representasi harus dapat membuat seorang pemrogram mampus mengekspresikan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan solusi problema, dapat diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman dan dapat disimpan. Harus dirancang agar fakta dan pengetahuan lain yang terkandung didalamnya dapat digunakan untuk penalaran.
Penjelasan Metode Inferensi
Inferensi merupakan proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui atau diasumsikan. Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar, proses inferensi dilakukan dalam suatu modul yang disebut Inference Engine (Mesin Inferensi). Ketika representasi pengetahuan pada baguan knowledge base telah lengkap, atau paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka RP tersebut telah siap digunakan. Inference Engine merupakan modul yang berisi program tentang bagaimana mengendalikan proses reasoning.
Dalam melakukan inferensi diperlukan adanya proses pengujian kaidah-kaidah dalam urutan tertentu untuk mencari yang sesuai dengan kondisi awal atau kondisi yang berjalan yang sudah dimasukkan pada basis data. Perunutan adalah proses pencocokan fakta, pernyataan atau kondisi berjalan yang tersimpan pada basis pengetahuan maupun pada memori kerja dengan kondisi yang dinyatakan pada premis. Ada dua metode inferensi yang penting dalam sistem pakar, yaitu runut maju (forward chaining) dan runut balik (backward chaining).
Forward chaining : Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri dulu (IF dulu). Dengan kata lain penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis.
Backward Chaining : Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). Dengan kata lain penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut harus dicari fakta-fakta yang ada dalam basis pengetahuan.

Cara Membuat Resensi Buku yang Baik dan Benar

Meresensi buku merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk memberikan tanggapan dan penilain terhadap isi sebuah buku. Banyak surat kabar, majalah, dan jurnal yang menyediakan rubrik resensi buku. Di lembaga pendidikan, sering juga peserta didik diminta menulis resensi sebuah buku sebagai salah satu tugas akademik. Penulis resensi pemula seringkali mengalami kesulitan dalam membuat resensi buku. Diharapkan langkah-langkah berikut dapat memberikan informasi yang jelas kepada pembaca agar penulis resensi pemula mendapat panduan dalam meresensi buku.

Secara garis besarnya terdapat 6 (enam) langkah pokok dalam meresensi buku:
(1) Persiapan,
(2) Membaca,
(3) Menganalisis,
(4) Mengevaluasi,
(5) Menulis, dan
(6) Menyunting.

1.      Persiapan
pertama, penulis resensi perlu melakukan persiapan dengan memilih buku yang akan diresensi. Dalam langkah ini, perlu dipilih isi buku yang sesuai dengan keahlian dan minat penulis resensi serta terbitan termutakhir, sebaiknya dalam tahun terakhir. Penulis juga perlu yakin bahwa buku itu belum pernah diresensi orang lain. Hindari juga Plagiarisme dengan memperhatikan dan memahami etika-etika menulis. Setelah mendapat buku yang diinginkan, penulis mencatat identitas buku itu secara lengkap seperti, judul, pengarang, penerbit, tempat dan tahun terbit, cetakan, ukuran, jumlah halaman, ISBN dan harga buku. Sebagai contoh:

    Judul : Penulisan Buku Teks Pelajaran
    Pengarang : Prof. Dr. B.P. Sitepu, MA
    Penerbit : PT Remaja Rosdakarya
    Tempat Terbit: Bandung
    Tahun Terbit : 2012
    Cetakan : Pertama, Agustus 2012
    Ukuran : 16,5 x 24 cm
    Jumlah Halaman : vii, 188
    ISBN : 978-979-692-095-2
    Harga : Rp. 35.000,00

Sebagai persiapan penulis resensi perlu mengumpulkan beberapa buku sejenis untuk dipergunakan sebagai bahan perbandingan melihat persamaan dan perbedaan gagasan yang disampaikan.

2.      Membaca
Kedua,  membaca buku secara cermat sehingga benar-benar memahami tidak hanya informasi yang tersurat tetapi juga yang tersirat. Dalam langkah kedua ini, penulis resensi perlu mengenal dengan baik penulis buku, mengetahui latar belakang pendidikan dan pekerjaannya, buku-buku yang pernah ditulisnya, serta tujuannya menulis buku itu. Tujuan penulis buku biasanya tertera pada kata pengantar buku atau kalau tidak tertulis secara jelas, penulis resensi dapat menyimpulkan setelah memahami isi buku secara keseluruhan. Dengan mengacu pada tujuan penulis buku, penulis resensi menelusuri bagaimana cara penulis buku mencapai tujuan, apakah informasi dalam buku serta pengemasan dan penyajiannya mendukung. Tujuan penulisan buku juga dijadikan rujukan dalam memahami dan mendalami isi buku. Gambaran isi buku dapat dilihat pada daftar isi dan kata pengantar.


3.      Menganalisis
Melakukan analisis dengan mencermati keunggulan dan kelemahan (1) isi, (2) penyajian, dan (3) bahasa yang dipergunakan.
1. Isi buku
Isi buku dapat dikritisi dengan menggunakan pertanyaan berikut sebagai rambu-rambu.
a. Apakah tujuan penulisan buku itu jelas?
b. Apakah pembaca sasaran buku itu jelas dan spesifik?
c. Apakah tema buku menarik untuk pembaca sasaran?
d. Sejauh mana isi buku itu diperlukan oleh pembaca sasaran yang dimaksudkan?
e. Apakah informasi yang disampaikan benar dan mutakhir?
f. Apakah informasi dalam buku itu cukup lengkap untuk mencapai tujuan penulis buku?
g. Hal-hal apa yang baru dalam isi buku itu?
h. Apa kelebihan isi buku itu dibandingkan dengan buku sejenis lainnya?
i. Apa kekurangan isi buku itu dilihat dari tema dan tujuannya?

2. Penyajian
Berkaitan dengan penyajian isi buku, pertanyaan berikut dapat dijadikan rujukan.
a. Apakah isi buku disajikan secara sistematis dan logis?
b. Apakah terdapat keterkaitan antarbab?
c. Apakah terdapat keterkaitan antarsub-bab dalam bab yang sama?
d. Sejauh mana kesesuaian teknik (deskripsi, narasi, eksposisi, argumen, atau campuran) yang digunakan dalam menjabarkan tema?
e. Apakah deskripsi yang dipergunakan cukup jelas dan masuk akal?
f..Apakah narasi yang dipergunakan memberikan informasi tentang setiap peristiwa secara kronologis dan lengkap?

3. Bahasa
Penggunaan bahasa dapat dikaitkan dengan penyajian isi buku dengan mencermati hal berikut.
a. Apakah menggunakan kaidah bahasa yang baik dan benar, seperti kelengkapan unsur kalimat, penggunaan tanda baca dan ejaan?
b. Apakah masing-masing paragraf memiliki gagasan pokok yang dijelaskan dengan sejumlah kalimat pendukung?
c. Apakah pemilihan kata, panjang dan susunan kalimat sesuai dengan kemampuan membaca pembaca sasaran?

4.      Mengevaluasi
Keempat, mengevaluasi isi buku dilakukan dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari mencermati isi, penyajian, dan bahasa yang dipergunakan dan membandingkannya dengan yang seharusnya (patokan). Misalnya, dapat dimulai dari pertanyaan berikut. Hasil evaluasi ini dapat dijadikan sebagai kesimpulan resensi.
a. Sejauh mana tema buku itu menarik bagi pembaca sasaran?
b. Sejauh mana penulis buku berhasil mencapai tujuannya dengan informasi dalam buku itu?
c. Apa keunggulan dan kelemahan isi, penyajian, dan bahasa dalam buku itu?
d. Apa rekomendasi penulis resensi terhadap buku itu?
Untuk memperkuat analisis, penulis resensi dapat mengutip bagian-bagian dalam buku sebagai contoh atau bukti. Akan tetapi kutipan yang demikian biasanya singkat dan sangat diperlukan dengan tetap mencantumkan halaman bagian yang dikutip dalam buku.
Menulis
Kelima, menulis naskah resensi dengan sistematika judul resensi, data buku, pendahuluan, isi resensi, dan penutup. Pendahuluan dapat dimulai dengan tema, penulis, atau penerbit buku. Penulis resensi dapat memilih yang mana sesuai. Contoh pendahuluan resensi dari tema adalah sebagai berikut.

5.      Menyunting
Keenam, menyunting naskah resensi. Penulis hendaknya membaca kembali naskah resensi yang sudah selesai ditulis. Secara umum decermati apakah diskripsi tentang isi buku yang diresensi cukup jelas, analisis yang dilakukan cukup lengkap dan tajam, dan penilaian yang dilakukan objektif dan meyakinkan. Bahasa yang digunakan dalam resensi biasanya padat, singkat, tidak berbelitbelit, menarik dan enak dibaca.

Di samping itu perlu pula diperhatikan kembali apakah isi tulisan disajikan secara sistematis, tajam, dan mudah dipahami. Resensi untuk dipublikasikan biasanya tidak menggunakan daftar pustaka, oleh karena itu data rujukan yang dipergunakan dalam tulisan hendaknya dicantumkan secara lengkap.

Kesimpulan
Menulis resensi buku tidak semata-mata menceritrakan kembali atau mendiskripsikan isi buku secara singkat akan tetapi merupakan proses membaca, memahami, menganalisis, dan menilai isi buku. Hasil meresensi buku menunjukkan keunggulan dan kelemahan isi buku yang berguna untuk orang yang berniat membaca atau membeli buku itu serta sekali gus merupakan masukan bagi penulis buku yang diresensi. Buku yang diresensi biasanya adalah buku terbitan baru.

Saran
Agar menghasilkan resensi yang bermutu dan bermanfaat, penulis resensi buku hendaknya memilih isi buku yang sesuai dengan keahlian atau pengalamannya. Penulis resensi buku perlu pula membandingkan isi buku yang diresensi dengan buku-buku lain yang sejenis. Dalam memberikan penilian terhadap isi, penyajian, dan bahasa buku, penulis resensi diharapkan cermat dan objektif serta menghindarkan hal-hal yang bersifat subjektif.



Daftar Pustaka
Butler, Linda. (2007). Fundamentals of academic writing. New York: Pearson Education
Harmer, Jeremy. (2007). The practice of English language teaching. New York: Pearson Education
Samad, Daniel. (1997). Dasar-dasar meresensi buku.Jakarta: Grasindo
Sitepu, B.P. (2012). Penulisan buku teks. Bandung: Remaja Rosdakarya
Trimmer, Joseph F. (2004). The new writing with a purpose. Boston: Houghton Mifflin

Contoh Abstrak Penulisan Ilmiah

Abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan. Abstrak atau abstraksi pada penelitian adalah suatu gambaran atau bayangan yang menceritakan tentang alur dari suatu penelitian yang ditulis oleh peneliti agar para pembaca dapat memahami secara singkat inti dari penelitian tersebut. Contoh Abstrak biasanya mendeskripsikan suatu penelitian secara singkat dan sistematika yang dimulai dari nama peneliti, nomor pokok/induk mahasiswa jika si peneliti seorang mahasiswa, judul penelitian, rumusan masalah, teori-teori, metode penelitian, variabel, sumber data, hasil pengujian, dan simpulan dari hasil penelitian tersebut.
Contoh Abstrak – Manfaat Abstrak
  • Memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang diminati, tanpa harus membaca seluruh isi dokumen
  • Menghemat waktu pembaca
  • Melanjutkan membaca atau tidak ?
  • Menghindari terjadi duplikasi tulisan
  • Keyword : memudahkan dalam penyimpanan secara elektronis
  • Abstrak berisi tentang motivasi, perumusan masalah, tujuan, metode/pendekatan, serta hasil yang diharapkan. Masksimum terdiri dari 300 kata, tidak boleh menulisakan referensi dan diikuti dengan kata kunci atau keyword minimum 3 kata kunci
Contoh Abstrak – Cara Membuat Abstrak
Bagaimanakah cara membuat abstrak yang baik dan benar? bagaimana cara penulisannya? Hal-hal apa saja yang harus ada ketika kita membuat sebuah abstrak untuk sebuah penelitian. Berikut adalah beberapa petunjuk bagaimana sebuah abstrak itu dibuat.
ABSTRAK ARTIKEL ILMIAH
Tulis:
Nama penulis artikel
Judul artikel
Judul, no. Majalah, bulan dan tahun terbit, jumlah halaman
Isi abstrak
Nama pengabstrak
TEKNIK PENULISAN ABSTRAK
Jarak ketik 1 spasi
Maksimal 250 kata
Gunakan kalimat aktif
Buang kalimat yang sifatnya memberikan keterangan pelengkap
Contoh Abstraksi Skripsi/Tugas Akhir Jurusan SI/TI :
ABSTRAKSI
ABSTRAK
M Hanafi Fatkan R E. 34110127
PEMBUATAN APLIKASI KEBUDAYAAN DAN KULINER JAKARTA BERBASIS ANDROID.
  1. Manajemen Informatika, Direktorat Program Diploma Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma, 2013 Kata
Kunci : Aplikasi, Kebudayaan, Kuliner, Android
(xi + 69 + Lampiran)
Pokok pembahasan dalam penulisan ilmiah ini adalah menjelaskan mengenai cara Pembuatan Aplikasi Kebudayaan Dan Kuliner Jakarta Berbasis Android. Pada proses pembuatannya dibutuhkan rancangan awal pembuatan aplikasi ini yang disajikan melalui bentuk rancangan interface. Aplikasi Kebudayaan Dan Kuliner Jakarta Berbasis Android sangat mudah digunakan karena menampilkan user interface yang sangat user friendly. Perangkat lunak yang digunakan adalah Android SDK(Software Development Kit) serta didukung oleh AVD(Android Virtual Device), yang berfungsi untuk mengembangkan algoritma-algoritma yang dibangun, dengan menggunakan Eclipse Indigo sebagai editor untuk menulis script, selain itu juga versi Android Virtual Device yang digunakan pada pembuatan aplikasi ini yaitu Android 2.3 (Gingerbread). Dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan mempermudah para pengguna dalam mencari informasi mengenai Kebudayaan Dan Kuliner Jakarta, karena pengguna hanya perlu memilih menu-menu yang disediakan sehingga tidak perlu lagi mengetik secara manual.
Daftar Pustaka (2011 – 2013)
Komentar : Pada contoh Abstraksi ini kita dapat melihat bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan. Abstraksi pada penelitian PEMBUATAN APLIKASI KEBUDAYAAN DAN KULINER JAKARTA BERBASIS ANDROID adalah suatu gambaran atau bayangan yang menceritakan tentang alur dari suatu penelitian yang ditulis oleh M Hanafi Fatkan R E. 34110127 agar para pembaca dapat memahami secara singkat inti dari penelitiannya.