Maandag 06 Junie 2016

Cara Membuat Resensi Buku yang Baik dan Benar

Meresensi buku merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk memberikan tanggapan dan penilain terhadap isi sebuah buku. Banyak surat kabar, majalah, dan jurnal yang menyediakan rubrik resensi buku. Di lembaga pendidikan, sering juga peserta didik diminta menulis resensi sebuah buku sebagai salah satu tugas akademik. Penulis resensi pemula seringkali mengalami kesulitan dalam membuat resensi buku. Diharapkan langkah-langkah berikut dapat memberikan informasi yang jelas kepada pembaca agar penulis resensi pemula mendapat panduan dalam meresensi buku.

Secara garis besarnya terdapat 6 (enam) langkah pokok dalam meresensi buku:
(1) Persiapan,
(2) Membaca,
(3) Menganalisis,
(4) Mengevaluasi,
(5) Menulis, dan
(6) Menyunting.

1.      Persiapan
pertama, penulis resensi perlu melakukan persiapan dengan memilih buku yang akan diresensi. Dalam langkah ini, perlu dipilih isi buku yang sesuai dengan keahlian dan minat penulis resensi serta terbitan termutakhir, sebaiknya dalam tahun terakhir. Penulis juga perlu yakin bahwa buku itu belum pernah diresensi orang lain. Hindari juga Plagiarisme dengan memperhatikan dan memahami etika-etika menulis. Setelah mendapat buku yang diinginkan, penulis mencatat identitas buku itu secara lengkap seperti, judul, pengarang, penerbit, tempat dan tahun terbit, cetakan, ukuran, jumlah halaman, ISBN dan harga buku. Sebagai contoh:

    Judul : Penulisan Buku Teks Pelajaran
    Pengarang : Prof. Dr. B.P. Sitepu, MA
    Penerbit : PT Remaja Rosdakarya
    Tempat Terbit: Bandung
    Tahun Terbit : 2012
    Cetakan : Pertama, Agustus 2012
    Ukuran : 16,5 x 24 cm
    Jumlah Halaman : vii, 188
    ISBN : 978-979-692-095-2
    Harga : Rp. 35.000,00

Sebagai persiapan penulis resensi perlu mengumpulkan beberapa buku sejenis untuk dipergunakan sebagai bahan perbandingan melihat persamaan dan perbedaan gagasan yang disampaikan.

2.      Membaca
Kedua,  membaca buku secara cermat sehingga benar-benar memahami tidak hanya informasi yang tersurat tetapi juga yang tersirat. Dalam langkah kedua ini, penulis resensi perlu mengenal dengan baik penulis buku, mengetahui latar belakang pendidikan dan pekerjaannya, buku-buku yang pernah ditulisnya, serta tujuannya menulis buku itu. Tujuan penulis buku biasanya tertera pada kata pengantar buku atau kalau tidak tertulis secara jelas, penulis resensi dapat menyimpulkan setelah memahami isi buku secara keseluruhan. Dengan mengacu pada tujuan penulis buku, penulis resensi menelusuri bagaimana cara penulis buku mencapai tujuan, apakah informasi dalam buku serta pengemasan dan penyajiannya mendukung. Tujuan penulisan buku juga dijadikan rujukan dalam memahami dan mendalami isi buku. Gambaran isi buku dapat dilihat pada daftar isi dan kata pengantar.


3.      Menganalisis
Melakukan analisis dengan mencermati keunggulan dan kelemahan (1) isi, (2) penyajian, dan (3) bahasa yang dipergunakan.
1. Isi buku
Isi buku dapat dikritisi dengan menggunakan pertanyaan berikut sebagai rambu-rambu.
a. Apakah tujuan penulisan buku itu jelas?
b. Apakah pembaca sasaran buku itu jelas dan spesifik?
c. Apakah tema buku menarik untuk pembaca sasaran?
d. Sejauh mana isi buku itu diperlukan oleh pembaca sasaran yang dimaksudkan?
e. Apakah informasi yang disampaikan benar dan mutakhir?
f. Apakah informasi dalam buku itu cukup lengkap untuk mencapai tujuan penulis buku?
g. Hal-hal apa yang baru dalam isi buku itu?
h. Apa kelebihan isi buku itu dibandingkan dengan buku sejenis lainnya?
i. Apa kekurangan isi buku itu dilihat dari tema dan tujuannya?

2. Penyajian
Berkaitan dengan penyajian isi buku, pertanyaan berikut dapat dijadikan rujukan.
a. Apakah isi buku disajikan secara sistematis dan logis?
b. Apakah terdapat keterkaitan antarbab?
c. Apakah terdapat keterkaitan antarsub-bab dalam bab yang sama?
d. Sejauh mana kesesuaian teknik (deskripsi, narasi, eksposisi, argumen, atau campuran) yang digunakan dalam menjabarkan tema?
e. Apakah deskripsi yang dipergunakan cukup jelas dan masuk akal?
f..Apakah narasi yang dipergunakan memberikan informasi tentang setiap peristiwa secara kronologis dan lengkap?

3. Bahasa
Penggunaan bahasa dapat dikaitkan dengan penyajian isi buku dengan mencermati hal berikut.
a. Apakah menggunakan kaidah bahasa yang baik dan benar, seperti kelengkapan unsur kalimat, penggunaan tanda baca dan ejaan?
b. Apakah masing-masing paragraf memiliki gagasan pokok yang dijelaskan dengan sejumlah kalimat pendukung?
c. Apakah pemilihan kata, panjang dan susunan kalimat sesuai dengan kemampuan membaca pembaca sasaran?

4.      Mengevaluasi
Keempat, mengevaluasi isi buku dilakukan dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari mencermati isi, penyajian, dan bahasa yang dipergunakan dan membandingkannya dengan yang seharusnya (patokan). Misalnya, dapat dimulai dari pertanyaan berikut. Hasil evaluasi ini dapat dijadikan sebagai kesimpulan resensi.
a. Sejauh mana tema buku itu menarik bagi pembaca sasaran?
b. Sejauh mana penulis buku berhasil mencapai tujuannya dengan informasi dalam buku itu?
c. Apa keunggulan dan kelemahan isi, penyajian, dan bahasa dalam buku itu?
d. Apa rekomendasi penulis resensi terhadap buku itu?
Untuk memperkuat analisis, penulis resensi dapat mengutip bagian-bagian dalam buku sebagai contoh atau bukti. Akan tetapi kutipan yang demikian biasanya singkat dan sangat diperlukan dengan tetap mencantumkan halaman bagian yang dikutip dalam buku.
Menulis
Kelima, menulis naskah resensi dengan sistematika judul resensi, data buku, pendahuluan, isi resensi, dan penutup. Pendahuluan dapat dimulai dengan tema, penulis, atau penerbit buku. Penulis resensi dapat memilih yang mana sesuai. Contoh pendahuluan resensi dari tema adalah sebagai berikut.

5.      Menyunting
Keenam, menyunting naskah resensi. Penulis hendaknya membaca kembali naskah resensi yang sudah selesai ditulis. Secara umum decermati apakah diskripsi tentang isi buku yang diresensi cukup jelas, analisis yang dilakukan cukup lengkap dan tajam, dan penilaian yang dilakukan objektif dan meyakinkan. Bahasa yang digunakan dalam resensi biasanya padat, singkat, tidak berbelitbelit, menarik dan enak dibaca.

Di samping itu perlu pula diperhatikan kembali apakah isi tulisan disajikan secara sistematis, tajam, dan mudah dipahami. Resensi untuk dipublikasikan biasanya tidak menggunakan daftar pustaka, oleh karena itu data rujukan yang dipergunakan dalam tulisan hendaknya dicantumkan secara lengkap.

Kesimpulan
Menulis resensi buku tidak semata-mata menceritrakan kembali atau mendiskripsikan isi buku secara singkat akan tetapi merupakan proses membaca, memahami, menganalisis, dan menilai isi buku. Hasil meresensi buku menunjukkan keunggulan dan kelemahan isi buku yang berguna untuk orang yang berniat membaca atau membeli buku itu serta sekali gus merupakan masukan bagi penulis buku yang diresensi. Buku yang diresensi biasanya adalah buku terbitan baru.

Saran
Agar menghasilkan resensi yang bermutu dan bermanfaat, penulis resensi buku hendaknya memilih isi buku yang sesuai dengan keahlian atau pengalamannya. Penulis resensi buku perlu pula membandingkan isi buku yang diresensi dengan buku-buku lain yang sejenis. Dalam memberikan penilian terhadap isi, penyajian, dan bahasa buku, penulis resensi diharapkan cermat dan objektif serta menghindarkan hal-hal yang bersifat subjektif.



Daftar Pustaka
Butler, Linda. (2007). Fundamentals of academic writing. New York: Pearson Education
Harmer, Jeremy. (2007). The practice of English language teaching. New York: Pearson Education
Samad, Daniel. (1997). Dasar-dasar meresensi buku.Jakarta: Grasindo
Sitepu, B.P. (2012). Penulisan buku teks. Bandung: Remaja Rosdakarya
Trimmer, Joseph F. (2004). The new writing with a purpose. Boston: Houghton Mifflin

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking