Maandag 06 Junie 2016

Ringkasan Buku Sistem Pakar & Pengembangannya

Buku Sistem Pakar & Pengembangannya
  • Penulis : Sri Hartati dan Sari Iswanti
  • Penerbit : Graha Ilmu
  • Tahun : 2008
  • Halaman : 152
Buku ini membahas secara ringkas tentang sistem pakar, sebuah aplikasi cabang kecerdasan buatan yang pada umumnya tidak sepopuler aplikasi sistem informasi atau sistem basis data. Uraian dalam buku ini dibagi menjadi lima bab yang mengenalkan pengembangan sistem pakar dimulai dari pengertian sistem pakar, representasi pengetahuan, pembangun sistem pakar, rancang bangun sistem pakar dan penanganan ketidakpastian untuk pengetahuan dalam sistem pakar.
Kehadiran buku ini selain terdorong keinginan kedua penulis, disela-sela kesibukan rutinnya sebagai staf akademik dan peneliti dalam pengembangan sistem cerdas untuk berbagai aplikasi, untuk berbagai pengetahuan dalam mengembangkan aplikasi sistem cerdas, juga atas kerja sama dengan berbagai pihak. Buku ini ditujukan bagi para pembaca yang menaruh minat pada bidang kecerdasan buatan terutama pada bidang sistem pakar.
Pengertian Sistem Pakar
Sistem pakar adalah sistem komputer yang mengemulasi kemampuan kepakaran manusia. Kata mengemulasi diartikan lebih kuat dari simulasi yang berarti bahwa sistem pakar diharapkan mampu bertindak sebagaimana yang dilakukan pakar manusia dalam melakukan penalaran untuk memberikan suatu justifikasi / kesimpulan. Dalam melakukan penalaran, sistem pakar banyak memanfaatkan pengetahuan yang disimpan oleh sistem sebagai basis pengetahuan untuk menyelesaikan masalah pada tingkatan sebanding dengan sistem pakar manusia.
Sistem pakar dikembangkan melalui beberapa tahapan, tahapan yang paling rumit adalah representasi pengetahuan yang meliputi pembuatan tabel keputusan, penyusunan pohon keputusan, peringkasan pohon keputusan, penyusunan kaidah-kaidah. Tahapan ini disajikan dalam tulisan secara rinci untuk memberi gambaran pembaca mengenai pengembangan sistem pakar dari awal. Selain itu buku ini menyajikan konsep dasar tentang sistem pakar dan prinsip-prinsip pengembangannya yang disertai contoh langkah-langkah pembuatan sistem pakar.
Konsep pengembangan lanjut sistem pakar dan beberapa metode penanganan ketidakpastian pengetahuan dibahas pula untuk memberi gambaran pembaca mengatasi kekuranglengkapan informasi dalam proses penentuan justifikasi / kesimpulan.
Komponen Sistem Pakar
Sistem pakar sebagai sebuah program yang difungsikan untuk menirukan pakar manusia harus bisa melakukan hal-hal yang dapat dikerjakan oleh seorang pakar. Untuk membangun sistem yang seperti itu maka komponen-komponen yang harus dimiliki adalah sebagai berikut (Giarratano dan Riley, 2005) :
  1. Antar Muka Pengguna (User Interface)
  2. Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
  3. Mekanisme Inferensi (Inference Machine)
  4. Memori Kerja / Blackboard (Working Memory)
Sedangkan untuk menjadikan sistem pakar menjadi lebih menyerupai seorang pakar yang berinteraksi dengan pemakai, maka dilengkapi dengan fasilitas berikut :
  1. Fasilitas Penjelasan (Explanation Facility)
  2. Fasilitas Akuisisi Pengetahuan (KnowledgeAcquisition Facility)
Representasi Pengetahuan
Representasi pengetahuan merupakan metode yang digunakan untuk mengodekan pengetahuan dalam sebuah sistem pakar yang berbasis pengetahuan. Perepresentasian dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting problema dan membuat informasi itu dapat diakses oleh prosedur pemecahan problema.
Bahasa representasi harus dapat membuat seorang pemrogram mampus mengekspresikan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan solusi problema, dapat diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman dan dapat disimpan. Harus dirancang agar fakta dan pengetahuan lain yang terkandung didalamnya dapat digunakan untuk penalaran.
Penjelasan Metode Inferensi
Inferensi merupakan proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui atau diasumsikan. Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar, proses inferensi dilakukan dalam suatu modul yang disebut Inference Engine (Mesin Inferensi). Ketika representasi pengetahuan pada baguan knowledge base telah lengkap, atau paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka RP tersebut telah siap digunakan. Inference Engine merupakan modul yang berisi program tentang bagaimana mengendalikan proses reasoning.
Dalam melakukan inferensi diperlukan adanya proses pengujian kaidah-kaidah dalam urutan tertentu untuk mencari yang sesuai dengan kondisi awal atau kondisi yang berjalan yang sudah dimasukkan pada basis data. Perunutan adalah proses pencocokan fakta, pernyataan atau kondisi berjalan yang tersimpan pada basis pengetahuan maupun pada memori kerja dengan kondisi yang dinyatakan pada premis. Ada dua metode inferensi yang penting dalam sistem pakar, yaitu runut maju (forward chaining) dan runut balik (backward chaining).
Forward chaining : Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri dulu (IF dulu). Dengan kata lain penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis.
Backward Chaining : Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). Dengan kata lain penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut harus dicari fakta-fakta yang ada dalam basis pengetahuan.

Cara Membuat Resensi Buku yang Baik dan Benar

Meresensi buku merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk memberikan tanggapan dan penilain terhadap isi sebuah buku. Banyak surat kabar, majalah, dan jurnal yang menyediakan rubrik resensi buku. Di lembaga pendidikan, sering juga peserta didik diminta menulis resensi sebuah buku sebagai salah satu tugas akademik. Penulis resensi pemula seringkali mengalami kesulitan dalam membuat resensi buku. Diharapkan langkah-langkah berikut dapat memberikan informasi yang jelas kepada pembaca agar penulis resensi pemula mendapat panduan dalam meresensi buku.

Secara garis besarnya terdapat 6 (enam) langkah pokok dalam meresensi buku:
(1) Persiapan,
(2) Membaca,
(3) Menganalisis,
(4) Mengevaluasi,
(5) Menulis, dan
(6) Menyunting.

1.      Persiapan
pertama, penulis resensi perlu melakukan persiapan dengan memilih buku yang akan diresensi. Dalam langkah ini, perlu dipilih isi buku yang sesuai dengan keahlian dan minat penulis resensi serta terbitan termutakhir, sebaiknya dalam tahun terakhir. Penulis juga perlu yakin bahwa buku itu belum pernah diresensi orang lain. Hindari juga Plagiarisme dengan memperhatikan dan memahami etika-etika menulis. Setelah mendapat buku yang diinginkan, penulis mencatat identitas buku itu secara lengkap seperti, judul, pengarang, penerbit, tempat dan tahun terbit, cetakan, ukuran, jumlah halaman, ISBN dan harga buku. Sebagai contoh:

    Judul : Penulisan Buku Teks Pelajaran
    Pengarang : Prof. Dr. B.P. Sitepu, MA
    Penerbit : PT Remaja Rosdakarya
    Tempat Terbit: Bandung
    Tahun Terbit : 2012
    Cetakan : Pertama, Agustus 2012
    Ukuran : 16,5 x 24 cm
    Jumlah Halaman : vii, 188
    ISBN : 978-979-692-095-2
    Harga : Rp. 35.000,00

Sebagai persiapan penulis resensi perlu mengumpulkan beberapa buku sejenis untuk dipergunakan sebagai bahan perbandingan melihat persamaan dan perbedaan gagasan yang disampaikan.

2.      Membaca
Kedua,  membaca buku secara cermat sehingga benar-benar memahami tidak hanya informasi yang tersurat tetapi juga yang tersirat. Dalam langkah kedua ini, penulis resensi perlu mengenal dengan baik penulis buku, mengetahui latar belakang pendidikan dan pekerjaannya, buku-buku yang pernah ditulisnya, serta tujuannya menulis buku itu. Tujuan penulis buku biasanya tertera pada kata pengantar buku atau kalau tidak tertulis secara jelas, penulis resensi dapat menyimpulkan setelah memahami isi buku secara keseluruhan. Dengan mengacu pada tujuan penulis buku, penulis resensi menelusuri bagaimana cara penulis buku mencapai tujuan, apakah informasi dalam buku serta pengemasan dan penyajiannya mendukung. Tujuan penulisan buku juga dijadikan rujukan dalam memahami dan mendalami isi buku. Gambaran isi buku dapat dilihat pada daftar isi dan kata pengantar.


3.      Menganalisis
Melakukan analisis dengan mencermati keunggulan dan kelemahan (1) isi, (2) penyajian, dan (3) bahasa yang dipergunakan.
1. Isi buku
Isi buku dapat dikritisi dengan menggunakan pertanyaan berikut sebagai rambu-rambu.
a. Apakah tujuan penulisan buku itu jelas?
b. Apakah pembaca sasaran buku itu jelas dan spesifik?
c. Apakah tema buku menarik untuk pembaca sasaran?
d. Sejauh mana isi buku itu diperlukan oleh pembaca sasaran yang dimaksudkan?
e. Apakah informasi yang disampaikan benar dan mutakhir?
f. Apakah informasi dalam buku itu cukup lengkap untuk mencapai tujuan penulis buku?
g. Hal-hal apa yang baru dalam isi buku itu?
h. Apa kelebihan isi buku itu dibandingkan dengan buku sejenis lainnya?
i. Apa kekurangan isi buku itu dilihat dari tema dan tujuannya?

2. Penyajian
Berkaitan dengan penyajian isi buku, pertanyaan berikut dapat dijadikan rujukan.
a. Apakah isi buku disajikan secara sistematis dan logis?
b. Apakah terdapat keterkaitan antarbab?
c. Apakah terdapat keterkaitan antarsub-bab dalam bab yang sama?
d. Sejauh mana kesesuaian teknik (deskripsi, narasi, eksposisi, argumen, atau campuran) yang digunakan dalam menjabarkan tema?
e. Apakah deskripsi yang dipergunakan cukup jelas dan masuk akal?
f..Apakah narasi yang dipergunakan memberikan informasi tentang setiap peristiwa secara kronologis dan lengkap?

3. Bahasa
Penggunaan bahasa dapat dikaitkan dengan penyajian isi buku dengan mencermati hal berikut.
a. Apakah menggunakan kaidah bahasa yang baik dan benar, seperti kelengkapan unsur kalimat, penggunaan tanda baca dan ejaan?
b. Apakah masing-masing paragraf memiliki gagasan pokok yang dijelaskan dengan sejumlah kalimat pendukung?
c. Apakah pemilihan kata, panjang dan susunan kalimat sesuai dengan kemampuan membaca pembaca sasaran?

4.      Mengevaluasi
Keempat, mengevaluasi isi buku dilakukan dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari mencermati isi, penyajian, dan bahasa yang dipergunakan dan membandingkannya dengan yang seharusnya (patokan). Misalnya, dapat dimulai dari pertanyaan berikut. Hasil evaluasi ini dapat dijadikan sebagai kesimpulan resensi.
a. Sejauh mana tema buku itu menarik bagi pembaca sasaran?
b. Sejauh mana penulis buku berhasil mencapai tujuannya dengan informasi dalam buku itu?
c. Apa keunggulan dan kelemahan isi, penyajian, dan bahasa dalam buku itu?
d. Apa rekomendasi penulis resensi terhadap buku itu?
Untuk memperkuat analisis, penulis resensi dapat mengutip bagian-bagian dalam buku sebagai contoh atau bukti. Akan tetapi kutipan yang demikian biasanya singkat dan sangat diperlukan dengan tetap mencantumkan halaman bagian yang dikutip dalam buku.
Menulis
Kelima, menulis naskah resensi dengan sistematika judul resensi, data buku, pendahuluan, isi resensi, dan penutup. Pendahuluan dapat dimulai dengan tema, penulis, atau penerbit buku. Penulis resensi dapat memilih yang mana sesuai. Contoh pendahuluan resensi dari tema adalah sebagai berikut.

5.      Menyunting
Keenam, menyunting naskah resensi. Penulis hendaknya membaca kembali naskah resensi yang sudah selesai ditulis. Secara umum decermati apakah diskripsi tentang isi buku yang diresensi cukup jelas, analisis yang dilakukan cukup lengkap dan tajam, dan penilaian yang dilakukan objektif dan meyakinkan. Bahasa yang digunakan dalam resensi biasanya padat, singkat, tidak berbelitbelit, menarik dan enak dibaca.

Di samping itu perlu pula diperhatikan kembali apakah isi tulisan disajikan secara sistematis, tajam, dan mudah dipahami. Resensi untuk dipublikasikan biasanya tidak menggunakan daftar pustaka, oleh karena itu data rujukan yang dipergunakan dalam tulisan hendaknya dicantumkan secara lengkap.

Kesimpulan
Menulis resensi buku tidak semata-mata menceritrakan kembali atau mendiskripsikan isi buku secara singkat akan tetapi merupakan proses membaca, memahami, menganalisis, dan menilai isi buku. Hasil meresensi buku menunjukkan keunggulan dan kelemahan isi buku yang berguna untuk orang yang berniat membaca atau membeli buku itu serta sekali gus merupakan masukan bagi penulis buku yang diresensi. Buku yang diresensi biasanya adalah buku terbitan baru.

Saran
Agar menghasilkan resensi yang bermutu dan bermanfaat, penulis resensi buku hendaknya memilih isi buku yang sesuai dengan keahlian atau pengalamannya. Penulis resensi buku perlu pula membandingkan isi buku yang diresensi dengan buku-buku lain yang sejenis. Dalam memberikan penilian terhadap isi, penyajian, dan bahasa buku, penulis resensi diharapkan cermat dan objektif serta menghindarkan hal-hal yang bersifat subjektif.



Daftar Pustaka
Butler, Linda. (2007). Fundamentals of academic writing. New York: Pearson Education
Harmer, Jeremy. (2007). The practice of English language teaching. New York: Pearson Education
Samad, Daniel. (1997). Dasar-dasar meresensi buku.Jakarta: Grasindo
Sitepu, B.P. (2012). Penulisan buku teks. Bandung: Remaja Rosdakarya
Trimmer, Joseph F. (2004). The new writing with a purpose. Boston: Houghton Mifflin

Contoh Abstrak Penulisan Ilmiah

Abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan. Abstrak atau abstraksi pada penelitian adalah suatu gambaran atau bayangan yang menceritakan tentang alur dari suatu penelitian yang ditulis oleh peneliti agar para pembaca dapat memahami secara singkat inti dari penelitian tersebut. Contoh Abstrak biasanya mendeskripsikan suatu penelitian secara singkat dan sistematika yang dimulai dari nama peneliti, nomor pokok/induk mahasiswa jika si peneliti seorang mahasiswa, judul penelitian, rumusan masalah, teori-teori, metode penelitian, variabel, sumber data, hasil pengujian, dan simpulan dari hasil penelitian tersebut.
Contoh Abstrak – Manfaat Abstrak
  • Memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang diminati, tanpa harus membaca seluruh isi dokumen
  • Menghemat waktu pembaca
  • Melanjutkan membaca atau tidak ?
  • Menghindari terjadi duplikasi tulisan
  • Keyword : memudahkan dalam penyimpanan secara elektronis
  • Abstrak berisi tentang motivasi, perumusan masalah, tujuan, metode/pendekatan, serta hasil yang diharapkan. Masksimum terdiri dari 300 kata, tidak boleh menulisakan referensi dan diikuti dengan kata kunci atau keyword minimum 3 kata kunci
Contoh Abstrak – Cara Membuat Abstrak
Bagaimanakah cara membuat abstrak yang baik dan benar? bagaimana cara penulisannya? Hal-hal apa saja yang harus ada ketika kita membuat sebuah abstrak untuk sebuah penelitian. Berikut adalah beberapa petunjuk bagaimana sebuah abstrak itu dibuat.
ABSTRAK ARTIKEL ILMIAH
Tulis:
Nama penulis artikel
Judul artikel
Judul, no. Majalah, bulan dan tahun terbit, jumlah halaman
Isi abstrak
Nama pengabstrak
TEKNIK PENULISAN ABSTRAK
Jarak ketik 1 spasi
Maksimal 250 kata
Gunakan kalimat aktif
Buang kalimat yang sifatnya memberikan keterangan pelengkap
Contoh Abstraksi Skripsi/Tugas Akhir Jurusan SI/TI :
ABSTRAKSI
ABSTRAK
M Hanafi Fatkan R E. 34110127
PEMBUATAN APLIKASI KEBUDAYAAN DAN KULINER JAKARTA BERBASIS ANDROID.
  1. Manajemen Informatika, Direktorat Program Diploma Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma, 2013 Kata
Kunci : Aplikasi, Kebudayaan, Kuliner, Android
(xi + 69 + Lampiran)
Pokok pembahasan dalam penulisan ilmiah ini adalah menjelaskan mengenai cara Pembuatan Aplikasi Kebudayaan Dan Kuliner Jakarta Berbasis Android. Pada proses pembuatannya dibutuhkan rancangan awal pembuatan aplikasi ini yang disajikan melalui bentuk rancangan interface. Aplikasi Kebudayaan Dan Kuliner Jakarta Berbasis Android sangat mudah digunakan karena menampilkan user interface yang sangat user friendly. Perangkat lunak yang digunakan adalah Android SDK(Software Development Kit) serta didukung oleh AVD(Android Virtual Device), yang berfungsi untuk mengembangkan algoritma-algoritma yang dibangun, dengan menggunakan Eclipse Indigo sebagai editor untuk menulis script, selain itu juga versi Android Virtual Device yang digunakan pada pembuatan aplikasi ini yaitu Android 2.3 (Gingerbread). Dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan mempermudah para pengguna dalam mencari informasi mengenai Kebudayaan Dan Kuliner Jakarta, karena pengguna hanya perlu memilih menu-menu yang disediakan sehingga tidak perlu lagi mengetik secara manual.
Daftar Pustaka (2011 – 2013)
Komentar : Pada contoh Abstraksi ini kita dapat melihat bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan. Abstraksi pada penelitian PEMBUATAN APLIKASI KEBUDAYAAN DAN KULINER JAKARTA BERBASIS ANDROID adalah suatu gambaran atau bayangan yang menceritakan tentang alur dari suatu penelitian yang ditulis oleh M Hanafi Fatkan R E. 34110127 agar para pembaca dapat memahami secara singkat inti dari penelitiannya.

Maandag 02 Mei 2016

TULISAN 2 BAHASA INDONESIA 2

1. Mencari contoh-contoh laporan baik resmi / tidak resmi
2. Membuat contoh laporan ilmiah
3. Membuat laporan populer tentang issue/bahasan yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat


JAWAB :

1. LAPORAN RESMI
LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM BIOLOGI
UJI MAKANAN

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr. wb.
Segala puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah melimpahkan taufik dan hidayahnya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan laporan resmi praktikum Biologi dengan judul “UJI MAKANAN” ini dengan baik. Laporan ini disusun untuk melengkapi tugas mata pelajaran Biologi.
Pada kesempatan ini Penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini.
Semoga Allah swt. senantiasa memberikan berkat, imbalan, serta karunia-Nya kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan dan bantuannya yang tidak ternilai.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat Penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan di kemudian hari.
Akhirnya, Penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi diri Penulis sendiri, pembaca sekalian, dan masyarakat luas terutama dalam hal menambah wawasan
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Yogyakarta, 14 April 2010

Praktikan
UJI MAKANAN
1.      TUJUAN
1.      Mengetahui berbagai macam zat yang terdapat dalam bahan makanan.
2.      Menentukan zat makanan yang merupakan sumber makanan bergizi.

2.      DASAR TEORI
Bahan makanan yang kita kenal yaitu empat sehat lima sempurna, didalam bahan makanan tersebut terkandung berbagai macam zat makanan yaitu : karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air.
Makanan akan mengalami proses pencernaan secara mekanis, chemis (enzymatis), dan biologis sehingga dihasilkan zat yang mudah diserap oleh vili-vili usus dalam tubuh.
Kebutuhan akan zat makanan antar orang berbeda, tergantung dari usia, aktifitas, kondisi kesehatan, berat badan, masa pertumbuhan, penyembuhan penyakit, mengandung, dsb. Makanan harus terpenuhi dalam jumlah cukup dan bergizi, higienis, bebas hama dan penyakit, bebas racun, dan mudah dicerna.
Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat pengatur, pembangun, dan sumber energi. Oleh karena itu sumber makanan harus selalu tersedia pada setiap saat. Makanan harus selalu terjaga kualitasnya agar tetap baik.
Untuk mengetahui bahan makanan bergizi atau tidak perlu pengujian. Uji makanan meliputi uji amilum, glukosa, protein, lemak, vitamin, mineral. Uji amilum misalnya dengan reagen Iod/Lugol akan memberikan warna biru. Uji protein dengan reagen Biuret campuran antara NaOH dan CuSO4 akan memberikan reaksi warna ungu/cincin ungu. Sedang uji glukosa dengan reagen Fehling A dan Fehling B yang dicampur dan dipanaskan akan memberikan warna merah bata/orange, sedang uji lemak akan memberikan noda transparan.

3.      ALAT DAN BAHAN
1.      Alat :
§  Rak tabung reaksi 1
§  Tabung reaksi 12
§  Pipet 1
§  Lampu spritus 1
§  Penjepit 1
2.      Bahan :
§  Amilum
§  Glukosa
§  Putih telur
§  Tempe
§  Tahu
§  Makanan bayi
§  Susu
§  Kertas payung
§  Minyak
4.      Keterangan :
·         Susu mengandung : protein , glukosa , lemak , amilum
·         Makanan bayi mengandung : protein , glukosa , lemak , amilum
·         Tempe mengandung : protein
·         Tahu mengandung : protein
·         Tepung mengandung : amilum
·         Putih telur mengandung : protein
·         Glukosa mengandung : glukosa
·         Minyak mengandung : lemak
5.      KESIMPULAN
*  Gizi adalah zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh.
*  Zat-zat makanan itu meliputi karbohidrat, lemak, protein, meineral, air, dan vitamin
*  Karbohidrat (amilum) berfungsi sebagai sumber energi, bahan pembentuk senyawa lain, dan bahan penjaga keseimbangan asam dan basa tubuh.
*  Karbohidrat mempunyai 3 macam yaitu monosakarida, disakarida, polisakarida.
*  Monosakarida yaitu karbohidrat yang tersusun atas satu gugusan gula, tidak dapat diuraikan lagi, dan larut dalam air.
Contoh : glukosa, fruktosa, dan galaktosa
·  Disakarida yaitu karbohidrat yang tersusun atas dua gugusan gula, dapat diuraikan lagi, dan larut dalam air.
Contoh : maltosa (glukosa dan galaktosa), sukrosa (glukosa dan fruktosa)
·         Polisakarida yaitu karbohidrat yang tersusun atas banyak gugusan gula, dapat diuraikan lagi, dan tidak larut dalam air.
Contoh : amilum (pati), selulosa dan glikogen.
·         Fungsi amilum yaitu :
1.      Sebagai sumber energi
2.      Sebagai bahan penjaga keseimbangan asam dan basa tubuh
3.      Sebagai bahan pembentuk senyawa lain seperti lemak dan protein
·         Fungsi protein yaitu :
1.      Sumber energi
2.      Pengganti sel-sel yang telah rusak
3.      Pembentuk sel-sel baru
4.      Pembentuk zat pengatur seperti enzim dan hormon
5.      Pembentuk zat kebal
·         Fungsi glukosa yaitu :
1.      Membentuk energi
2.      Sumber kalori
·         Fungsi lemak yaitu :
1.         Penghasil energi
2.         Pelarut vitamin A, D, E, K
3.         Pelindung tubuh dari suhu rendah
4.         Menyimpan cadangan energi
§  Pengolahan bahan makanan agar nilai gizi tidak berkurang yaitu jangan dimasak dengan suhu yang terlalu tinggi.
§  Pengolahan bahan makanan agar makanan mudah dicerna yaitu diolah dengan menghaluskannya terlebih dahulu.

DAFTAR PUSTAKA
1.      Campbell, Reece- Mitchell, 2004. Biologi, Edisi ke lima, Erlangga; Jakarta
2.      Ign. Khristiyono, PS;SPd,M.M, 2006. Biologi Esis, Jakarta
3.      Mohammad Abas Drs, Dkk 2005. Biologi, Yudhistira Jakarta
4.      Gunawan Susilowarno Dkk, 2005. Biologi SMA, PT Grasindo Jakarta
5.      Slamet Prawirohartono, 2005. Sains Biologi, Bumi Aksara, Jakarta
2. 
LAPORAN KEMACETAN JAKARTA AKIBAT BUSWAY



PENDAHULUAN

Di negara-negara berkembang, salah satunya di Indonesia, pertumbuhan penduduk adalah masalah yang paling sulit untuk diatasi, ditambah kesenjangan perekonomian yang hanya terpusat pada kota-kota besar, terutama di Jakarta, membuat penduduk luar Jakarta memilih untuk bertransmigrasi ke Jakarta untuk memperbaiki perekonomiannya. Hal ini menyebabkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan penduduk terpadat. Hal itu menyebabkan berbagai masalah, salah satunya yaitu kemacetan. Jakarta dianggap sebagai salah satu kota dengan tingkat kemacetan paling ekstrim dimana keberadaan busway sangat menyulistkan aktifitas masyarakat.



                                                                       TUJUAN

Parking surcharge, bukan road pricing

Road pricing bagus, tapi repot pelaksanaannya dan rawan pelanggaran. Ada cara lebih mudah dan efektif: kenakan saja biaya parkir tambahan yang cukup tinggi (Rp 20.000 per sekali masuk?) di luar biaya parkir resmi buat seluruh kendaraan yang parkir di kawasan bisnis utama Jakarta. Orang akan enggan membawa mobil ke kawasan tersebut . Kalaupun membawa mobil, kalau sudah parkir akan enggan mengeluarkannya lagi. Untuk bepergian mereka akan terdorong untuk memilih berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum.

Jalur pejalan kaki bukan jalur sepeda

Supaya orang tidak sedikit-sedikit membawa mobil, trotoar harus tersedia di semua jalanan padat di Jakarta. Dengan demikian, untuk keperluan singkat -- makan siang, misalnya -- orang tak perlu berkendara. Jalur pejalan kaki yang baik juga akan merangsang orang untuk naik kendaraan umum. Sekarang ini kalau Anda turun bus Trans-J di Jalan Buncit Raya, misalnya, Anda akan bingung: mau jalan dimana, tidak ada trotoar?Membangun jalur sepeda saat ini terlalu berlebihan. Jakarta terlalu luas, sepeda bukan solusi transportasi. Kendaraan umum plus jalur pejalan kaki yang baik lah solusi yang tepat.


Berlakukan undang-undang tenaga kerja untuk pekerja transportasi


Saat ini sopir dan pembantu sopir metro-mini dan mikrolet tidak diikat dalam perjanjian kerja yang jelas, yang sesuai dengan peraturan perburuhan. Mereka tidak digaji tetapi dikenai target setoran (dan mendapatkan kelebihannya). Mereka pun terdorong untuk berperilaku seperti yang kita lihat seekarang: berhenti sembarangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, ngetem, main serobot, dan sebagainya. Akibatnya, mereka menambah keruwetan lalunlintas yang sudah padat. Kalau mereka digaji seperti tenaga kerja lain dorongan untuk bersaing merebut penumpang akan berkurang dan bisa diharapkan mereka akan mengendarai mobil dengan lebih tertib.

Secara bertahap perbaiki kualitas kendaraan umum

Kendaraan umum di Jakarta, terutama metromini dan yang sejenisnya, banyak yang sudah tak layak jalan. Sering mogok dan tak nyaman dinaiki. Kalau sudah mogok menutupi jalan. Tidak perlu diganti seluruhnya secara langsung. Bertahap saja. Persyaratan untuk pengadaan baru ditambah (misal, perlu pakai pendingin udara).

Normalisasi jalan

Jalan di Jakarta banyak yang tidak standar: lajur menyempit mendadak atau malah hilang, lajur putar balik atau belok kanan tidak ada sehingga mengganggu kendaraan yang mau lurus, dan sebagainya. Ketimbang membangun jalan baru, Pemda DKI lebih baik menormalisasi jalan-jalan yang tak standar ini. Tentu perlu pembebasan tanah, terutama disekitar persimpangan tapi pasti tanah yang perlu dibebaskan tak akan sebanyak kalau membangun jalan baru.

Marka jalan dibuat lagi

Sebagian besar jalan di Jakarta tak punya maraka-marka jalan -- pembatas antar lajur, penanda arah lajur, garis berhenti di perempatan, dan sebagainya. Marka-marka jalan harus dibuat lagi supaya pengendara bisa lebih disiplin dan kalau melanggar bisa ditilang. Sangat memalukan bahwa Jakarta tak bisa membuat marka jalan dengan benar. Lihatlah Surabaya atau Yogyakarta. Jalan-jalan di sana mulus rapi dan dengan dilengkapi marka yang lengkap dan jelas tak seperti Jakarta yang jalnnya bipeng-bopeng serta polos tanpa tanda apa-apa untuk membantu pengendara.

Aturan lalu lintas ditegakkan benar

Pengendara harus diajari disiplin. Setiap pelanggaran harus ditilang. Kendaraan yang tak memenuhi syarat -- terutama kendaraan umum -- harus dikandangkan. Saya yakin dengan 7 langkah mudah di atas, lalu lintas Jakarta akan menjadi jauh lebih baik. Jumlah kendaraan yang lalu lalang akan berkurang, kendaraan umum akan diminati, dan orang akan rela untuk berjalan kaki untuk tujuan-tujuan dekat.


KESIMPULAN

Setelah membaca makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa :
Kemacetan merupakan situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan.
Kemacetan terjadi karena jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan yang masih di bawah kapasitas normal dan dapat disebabkan faktor – faktor lain.
Dampak kemacetan dapat berimbas terhadap berbagai aspek seperti aspek ekonomi, psikologis dan kesehatan.
Cara menanggulangi dan atau meminimimalisir kemacetan adalah dengan pembangunan sarana dan prasarana bagi para pengguna jalan serta kesadaran diri dari pemakai jalan.

SARAN

Kepada masyarakat agar lebih menaati peraturan lalu lintas dan manfaatkanlah transportasi umum sehingga penggunaan kendaraan pribadi dapat diminimalisir. Bagi pemerintah agar membangun sarana dan prasarana yang memadai bagi pengguna jalan sehingga dapat memberikan kenyamanan dan meminimalisir kemacetan.
 
Daftar pustaka
http://www.antikorupsi.org/en/content/laporan-sengketa-informasi-blu-transjakarta-wajib-transparansikan-anggaran-kepada-publik
https://flanflygirl.wordpress.com/2012/07/21/laporan-pengamatan-bus-transjakarta/

TULISAN BEBAS BAHASA INDONESIA 2

MENJAGA STAMINA TETAP TERJAGA


1. Olahraga
Bersepeda, berenang dan lari adalah olahraga terbaik mengatasi kelelahan dan menambah energi.

2. Banyak minum
Kurang cairan mengakibatkan aliran darah jadi lambat dan butuh waktu lebih bagi sel tubuh untuk mendapatkan oksigen.

3. Makan sedikit tapi sering
Makanlah dengan porsi kecil bergizi seimbang, tapi sering. Ini untuk menghemat insulin yang dipakai tubuh agar stamina tetap terjaga.

4. Konsumsi suplemen
Vitamin antioksidan dan mineral membantu tubuh menetralkan kerusakan sel dan mendukung kinerja hati dan ginjal dalam melakukan kerja detoksifikasi tubuh.

5. Istirahat sejenak
Siklus manusia menghabiskan energi dan recovery berlangsung selama 90-120 menit, selama waktu kelelahan. Istirahatlah beberapa menit untuk memulihkan energi.

Optimalkan energi tubuh dengan mengonsumsi suplemen premium dari HDI, HDI Dynamic 3. Produk ini formula tepat buat yang sibuk tapi butuh penampilan prima seharian. HDI Dynamic 3 merupakan produk praktis yang mengombinasikan tiga produk perlebahan unggulan.

Didalamnya terdapat royal jelly sebagai nutrisi vitalitas dan regenerasi sel. Ada juga bee propolis sebagai antimikroba dan antioksidan tinggi. Serta bee pollen yang kaya nutrisi.

Fungsinya untuk meningkatkan kesehatan dan persediaan energi.  Menjaga stabilitas stamina dalam aktivitas yang tinggi,  meningkatkan konsentrasi dan daya ingat dan meningkatkan sistem daya tahan tubuh alami.